Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.405,685
LQ45 632,547
Srikehati 308,939
JII 387,605
USD/IDR 17.712

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 26 Mei 2026 | 13:43 WIB
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Ketidakpastian global kini jadi kondisi normal pasar keuangan.
  • Geopolitik memicu perubahan sentimen dan perilaku investor
  • Investor diminta fokus jangka panjang, bukan panik sesaat.

Suara.com - Ketidakpastian global kini bukan lagi dianggap sebagai gangguan sementara bagi pasar keuangan, melainkan kondisi normal yang harus dihadapi pelaku pasar setiap hari. Mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga perubahan kebijakan internasional dinilai menjadi faktor yang terus membentuk arah pasar dan perilaku investor.

Para pelaku pasar berpengalaman memahami bahwa informasi di pasar tidak pernah benar-benar lengkap. Prediksi ekonomi pun kerap meleset karena kondisi politik, sosial, dan lingkungan dapat berubah sewaktu-waktu. Namun justru dari kesadaran itulah muncul pemahaman bahwa volatilitas pasar merupakan bagian alami dari sistem keuangan global.

Di era globalisasi saat ini, keterkaitan ekonomi antarnegara semakin kuat. Rantai pasok lintas benua, arus modal yang bergerak dalam hitungan detik, hingga kebijakan perdagangan suatu negara dapat langsung memengaruhi harga komoditas dan aset di negara lain.

Kondisi itu membuat perkembangan geopolitik jarang hanya berdampak lokal. Pemilu, konflik diplomatik, perubahan aliansi internasional, maupun kebijakan dagang baru dapat dengan cepat memicu reaksi pasar keuangan global.

Pada dasarnya, pasar keuangan merefleksikan ekspektasi jutaan pelaku ekonomi terhadap masa depan. Ketika kondisi geopolitik berubah, persepsi terhadap risiko ikut berubah dan harga aset pun menyesuaikan.

Namun yang paling menentukan sebenarnya bukan sekadar peristiwa geopolitiknya, melainkan bagaimana investor memandang risiko dari peristiwa tersebut.

Saat ketidakpastian meningkat, rentang kemungkinan yang bisa terjadi ikut melebar. Akibatnya, investor cenderung menjadi lebih hati-hati dan mulai mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Dalam banyak kasus, gejolak pasar terjadi bukan karena fundamental bisnis berubah drastis, melainkan karena lingkungan ekonomi dianggap menjadi lebih berisiko.

Fenomena ini dinilai sangat manusiawi. Sama seperti seseorang yang mengecek cuaca sebelum bepergian jauh, investor dan institusi keuangan juga akan lebih konservatif ketika menghadapi kondisi yang sulit diprediksi.

Meski demikian, para analis mengingatkan pentingnya membedakan antara kepanikan jangka pendek dengan perubahan struktural jangka panjang.

baca juga

Dalam jangka pendek, peristiwa geopolitik memang dapat memicu lonjakan volatilitas akibat derasnya arus informasi dan sentimen pasar. Namun dalam jangka panjang, sebagian besar gangguan tersebut biasanya dapat diserap kembali oleh sistem ekonomi global seiring penyesuaian ekspektasi pasar.

Analis keuangan broker Elev8, Kar Yong Ang, mengatakan pasar pada akhirnya merupakan cerminan psikologi manusia dalam skala besar.

Menurut dia, pasar tidak hanya dibentuk oleh data ekonomi, tetapi juga oleh emosi kolektif seperti rasa takut, kewaspadaan, harapan, dan upaya manusia memahami dunia yang terus berubah.

Kar Yong Ang menilai pendekatan terbaik menghadapi pasar adalah dengan tetap tenang, memahami dinamika risiko global, dan menerima bahwa ketidakpastian tidak akan pernah benar-benar hilang dari sistem keuangan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:10 WIB

IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:38 WIB

Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Gubernur Sulsel: Tidak Ada Kenaikan Pajak

Gubernur Sulsel: Tidak Ada Kenaikan Pajak

Sulsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Misteri Jasad Bayi dalam Saluran Air Dekat Pasar Tugu Terungkap, Dibuang Ibu yang Malu

Misteri Jasad Bayi dalam Saluran Air Dekat Pasar Tugu Terungkap, Dibuang Ibu yang Malu

Lampung | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Perubahan Rute Transjakarta Selama Demo di Gedung DPR RI

Perubahan Rute Transjakarta Selama Demo di Gedung DPR RI

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Ikan 'Kiamat' Terdampar di Pantai Pink Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ikan 'Kiamat' Terdampar di Pantai Pink Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bali | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!

Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!

Malang | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:44 WIB

FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Membaca Perang Paregrek 1: Saat Konflik Kerajaan Majapahit Berubah Jadi Thriller Politik

Membaca Perang Paregrek 1: Saat Konflik Kerajaan Majapahit Berubah Jadi Thriller Politik

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:35 WIB

7 Cara Menghubungkan Smart TV ke Wi-Fi Rumah untuk Nonton YouTube hingga Netflix

7 Cara Menghubungkan Smart TV ke Wi-Fi Rumah untuk Nonton YouTube hingga Netflix

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam

Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:31 WIB

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×