UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Achmad Fauzi

Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
Ilustrasi UMKM. [ist].
baca 10 detik
  • Indonesia dan Korea Selatan berkolaborasi mentransformasi digital UMKM melalui penerapan konsep Smart Factory berbasis teknologi serta kecerdasan buatan.
  • Asosiasi INNOBIZ menyelenggarakan seminar di BINUS Alam Sutera pada Kamis (18/6/2026) untuk membagikan hasil program ODA sejak 2023.
  • Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku usaha melalui pelatihan tenaga ahli serta optimalisasi proses manufaktur.

Suara.com - Indonesia dengan Korea Selatan mulai kolaborasi untuk melakukan transformasi digital pada UMKM di dalam negeri. Salah satunya akan mengajarkan UMKM dalam negeri mengenal konsep Smart Factory.

Adapun, dengan konsep itu produksi para UMKM akan menggunakan teknologi digital hingga kecerdasan buatan atau AI. Sehingga, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku usaha.

Kolabioasi tersebut kembali ditegaskan dalam Seminar Kerja Sama Perusahaan Smart Factory Korea-Indonesia ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Kampus BINUS Alam Sutera, Kamis (18/6)

Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi INNOBIZ Korea Selatan tersebut menjadi ajang berbagi hasil program Official Development Assistance (ODA) bertajuk "Penerapan Smart Factory dan Pengembangan Tenaga Ahli untuk Transformasi Industri Indonesia" yang telah berjalan sejak 2023.

Ilustrasi teknologi digital. [Shutterstock]
Ilustrasi teknologi digital. [Shutterstock]

Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri Triana Krisandini Tanjung menegaskan transformasi digital tidak lagi sekadar penggunaan teknologi, melainkan strategi menyeluruh untuk memperkuat daya saing usaha.

"Sejalan dengan semangat 'Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory', transformasi digital harus dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026)l..

Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi pembangunan Smart Factory berbasis pengelolaan data, integrasi Lean Management dengan Smart Factory, hingga berbagai studi kasus perusahaan yang berhasil menerapkan sistem tersebut.

Sejumlah perusahaan yang menjadi penerima manfaat program seperti PT Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT Adyawinsa Electrical and Power turut membagikan pengalaman mereka dalam mengadopsi Smart Factory untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.

Digital Transformation Headquarter INNOBIZ, Kang Jang Hyung mengatakan program kerja sama tersebut telah menghasilkan berbagai pengalaman dan pembelajaran selama empat tahun terakhir.

baca juga

"Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depan, kami akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku usaha antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center," kata Kang Jang Hyung.

Saat ini, Asosiasi INNOBIZ bekerja sama dengan Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, dan Universitas BINUS dalam mengoperasikan Smart Factory Training Center, pengembangan tenaga profesional, serta peningkatan proses manufaktur perusahaan.

Tidak hanya itu, sepanjang 2026 asosiasi tersebut juga menjalankan program peningkatan proses manufaktur berbasis Smart Factory pada 12 perusahaan manufaktur di Indonesia.

Program tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital industri nasional, khususnya bagi UMKM dan manufaktur yang ingin meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar lebih kompetitif di tengah persaingan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:58 WIB

Terkini

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:36 WIB

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Pramono Anung Mau Sulap Pasar Baru Jadi Sentra Oleh-Oleh Jakarta, Ini Rencananya!

Pramono Anung Mau Sulap Pasar Baru Jadi Sentra Oleh-Oleh Jakarta, Ini Rencananya!

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak

Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:26 WIB

92 ABK WNI Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Pemasok Starkist: Paspor Disita, Jam Kerja Over

92 ABK WNI Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Pemasok Starkist: Paspor Disita, Jam Kerja Over

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:25 WIB

Oven Mini Mito Berapa Watt dan Harganya? Ini Spesifikasi hingga Review Pembeli

Oven Mini Mito Berapa Watt dan Harganya? Ini Spesifikasi hingga Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 15:25 WIB

Mengapa Makanan Mudah Lengket di Wajan Stainless Steel? Setop Asal Cemplung

Mengapa Makanan Mudah Lengket di Wajan Stainless Steel? Setop Asal Cemplung

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 15:21 WIB

Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:20 WIB

Ancaman Suhu Bumi Kian Nyata, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sekolah Masukkan Isu Iklim ke Kurikulum

Ancaman Suhu Bumi Kian Nyata, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sekolah Masukkan Isu Iklim ke Kurikulum

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 15:17 WIB

×