- PT Bank Amar Indonesia Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar pada RUPST di Jakarta, Kamis 18 Juni.
- Perusahaan mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp71,12 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.
- Pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan kredit bruto sebesar 30,62 persen serta perbaikan kualitas aset NPL menjadi 0,86 persen.
Suara.com - Emiten perbankan, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menebar membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp110,1 miliar atau setara Rp6,11 per saham.
Keputusan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik AMAR yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6).
Pembagian dividen dilakukan sebagai bentuk apresiasi perseroan atas kepercayaan yang diberikan para pemegang saham.
Pembagian dividen tersebut dilakukan di tengah kinerja perusahaan yang terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal I 2026, Amar Bank mencatat laba bersih sebesar Rp71,12 miliar, yang menjadi laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit bruto yang melesat 30,62 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp4,16 triliun. Angka tersebut bahkan berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Seiring ekspansi pembiayaan, total aset perseroan juga meningkat 34,72 persen yoy menjadi Rp6,93 triliun.
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan keuangan digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
"Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan. Momentum positif ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa setiap pencapaian membawa dampak nyata bagi inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/6/2027)..
Selain pertumbuhan kredit, pendapatan operasional perseroan juga naik 13,82 persen yoy menjadi Rp527,76 miliar. Sementara pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) tumbuh 15,58 persen yoy menjadi Rp370,20 miliar.
Menariknya, ekspansi bisnis tersebut tetap dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net turun menjadi 0,86 persen dari sebelumnya 1,48 persen pada Maret 2025.
Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan fondasi keuangan perusahaan saat ini berada dalam kondisi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menjaga konsistensi pembagian dividen.
"Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17 persen. Lonjakan DPK sebesar 115,46 persen YoY juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami. Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” jelas David Wirawan.
Ke depan, Amar Bank akan fokus mendorong pertumbuhan melalui inovasi teknologi, pengembangan layanan embedded banking, serta memperluas dukungan pembiayaan bagi sektor ritel, UMKM, dan industri kreatif.
Hingga kuartal I 2026, platform Tunaiku telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp19 triliun sejak 2014 dan menjangkau lebih dari 500 ribu pelaku UMKM di Indonesia.