Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
baca 10 detik
  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.
  • Program ini memprioritaskan peningkatan kompetensi teknis dan tata kelola bisnis melalui pelatihan, sertifikasi, serta magang bagi pelaku UMKM.
  • Penyaluran modal usaha bagi UMKM baru dilakukan setelah peserta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan kurikulum untuk memastikan keberlanjutan bisnis.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menekankan bahwa langkah awal untuk memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukan dimulai dari ketersediaan modal.

Menurutnya, pembenahan kapasitas kewirausahaan serta pemahaman mendalam mengenai praktik bisnis nyata harus diprioritaskan sebelum para pelaku usaha mendapatkan kucuran pembiayaan.

Pandangan tersebut dipaparkan Perry saat meresmikan peluncuran Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu. Program strategis ini diinisiasi oleh Bank Indonesia dengan berkolaborasi bersama sejumlah kementerian serta lembaga terkait.

Melalui skema teranyar ini, setiap peserta diwajibkan melewati fase pelatihan intensif, sertifikasi kompetensi, hingga program magang sebelum akhirnya dinyatakan layak mengakses modal usaha.

"Kalau untuk maju UMKM yang paling penting dulu pengalaman kita adalah kemampuan wirausahanya. Dudu duite (bukan uangnya) dulu. Wirausahanya dulu yang harus dilakukan," ujar Perry saat memberikan sambutan dalam acara Kick-Off Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta pada Senin (22/6/2026).

Perry menyayangkan pola lama dari mayoritas program pemberdayaan UMKM terdahulu yang cenderung berfokus pada instrumen permodalan sejak awal. Padahal, kematangan kompetensi teknis dan tata kelola bisnis merupakan fondasi utama yang paling menentukan keberlanjutan sebuah usaha di pasar.

"Tapi wirausahanya enggak cukup hanya diajarkan di kelas. Praktiknya gimana? Dan setelah praktik bagaimana diuji bisa berhasil?" tuturnya menambahkan.

Guna menjawab tantangan tersebut, program terpadu milik BI ini dirancang menggunakan tiga fase krusial:

  1. Fase Pertama (Edukasi Terstruktur): Peserta akan menempuh pendidikan kewirausahaan selama 2 hingga 2,5 bulan. Materi yang diajarkan mencakup dua pilar penting, yakni keahlian teknis produksi dan manajemen bisnis.
  2. Fase Kedua (Ujian & Sertifikasi): Setelah menyelesaikan masa kelas teori, para peserta akan diuji secara kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kelulusan resmi.
  3. Fase Ketiga (Praktik Lapangan/Magang): Pemilik sertifikat akan langsung diterjunkan untuk magang di berbagai unit usaha yang sudah mapan dan sukses di sektornya masing-masing.

Perry menganalogikan proses magang ini menyerupai sistem 'nyantrik' di lingkungan pesantren. Sebagai contoh, peserta yang mengambil konsentrasi peracikan kopi akan dimagangkan langsung di jaringan coffee shop terkemuka. Langkah ini dinilai vital untuk membuktikan kesiapan mental bertarung mereka di ekosistem pasar sesungguhnya .

baca juga

"Nah kalau sudah lulus dapat sertifikasi lagi. Setelah itu baru dikasih modal. Modalnya belakangan," kata Perry menegaskan regulasi baru tersebut.

Pendekatan berbasis kurikulum berlapis ini diyakini mampu melahirkan pelaku usaha yang jauh lebih tangguh dan memiliki rasio kegagalan bisnis yang minim. Pengurangan risiko ini sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah dana pembiayaan yang digulirkan jatuh ke tangan yang tepat.

"Jadi betul-betul inilah bedanya yang pertama, kenapa ini beda, tahun ini beda. Ini makanya transformasinya terpadu. Kewirausahaan terpadu," terang Perry.

Untuk tahun ini, Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu akan memfokuskan pembinaan pada empat klaster sektor utama :

  • Program Cangkir Barista: Fokus pada industri kreatif pengolahan kopi hilir.
  • Citra Nusantara: Program khusus pengembangan UMKM di bidang kerajinan wastra tradisional.
  • Air Berkah Indonesia: Optimalisasi unit usaha air minum berbasis pesantren.
  • Tani Berkah: Akselerasi modernisasi sektor pertanian dan pangan di lingkungan komunitas pesantren .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Piala Dunia 2026 Datang, Waktunya UMKM Panen Cuan Gila-gilaan dari Nobar!

Piala Dunia 2026 Datang, Waktunya UMKM Panen Cuan Gila-gilaan dari Nobar!

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Ulasan Robohnya Surau Kami: Ketika Kesalehan Kehilangan Makna

Ulasan Robohnya Surau Kami: Ketika Kesalehan Kehilangan Makna

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:30 WIB

Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung

Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 08:29 WIB

Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok

Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 08:18 WIB

Wall Street Berdarah! Nasdaq Catat Rekor Pelemahan Sejak 2024 Akibat AI

Wall Street Berdarah! Nasdaq Catat Rekor Pelemahan Sejak 2024 Akibat AI

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 08:16 WIB

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

×