Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS

Achmad Fauzi

Kamis, 25 Juni 2026 | 09:30 WIB
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS
Ilustrasi PLTS. [ist].
baca 10 detik
  • Kementerian Koperasi dan Yayasan Rumah Energi bekerja sama mengembangkan koperasi sebagai pelaku utama bisnis energi terbarukan melalui PLTS.
  • Kolaborasi ini mendukung target nasional 100 GW PLTS dengan menyusun model bisnis serta panduan praktis bagi koperasi hijau.
  • Pemerintah menargetkan koperasi berperan memperkuat ketahanan energi dan mendukung dekarbonisasi nasional melalui skema pembiayaan serta regulasi yang tepat.

Suara.com - Peran koperasi di Indonesia didorong naik kelas. Tak lagi hanya berfokus pada layanan simpan pinjam maupun usaha konvensional, koperasi kini dipersiapkan menjadi pelaku utama dalam pengembangan bisnis energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Langkah tersebut ditandai dengan penguatan kerja sama antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan Yayasan Rumah Energi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bertajuk Pengembangan Model Bisnis Koperasi Berbasis Energi Terbarukan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional pembangunan 100 Gigawatt (GW) PLTS yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam kebijakan tersebut, koperasi diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.

Selain penandatanganan kerja sama, kedua pihak juga mendiseminasikan Handbook Praktis Panduan Pengembangan PLTS Berbasis Koperasi Hijau serta menyampaikan rekomendasi kebijakan hasil rangkaian lokakarya Readiness of Indonesia Solar Energy Series (RISE Series): Green Cooperative Workshop Series toward Indonesia's 100 GW Solar PV Target.

Ilustrasi PLTS Atap semakin populer di negara-negara Asia Pasifik. (Photo by Kindel Media/Pexels)
Ilustrasi PLTS Atap. (Photo by Kindel Media/Pexels)

Rekomendasi tersebut mencakup penyederhanaan regulasi, pengembangan skema blended finance bagi koperasi berbasis energi terbarukan, peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi, hingga penguatan integrasi koperasi dalam agenda dekarbonisasi dan transisi energi nasional.

Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk membawa hasil kajian di lapangan ke tahap implementasi yang lebih luas.

"Sejak 2021, Rumah Energi telah mengembangkan pendekatan Koperasi Hijau melalui berbagai kajian, program pendampingan, serta pengembangan model bisnis energi terbarukan berbasis koperasi. Kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat implementasi berbagai model tersebut sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai aktor utama dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujar Sumanda seperti dikutip, Kamis (25/6/2026).

Dalam pengembangannya, Rumah Energi telah menyusun model bisnis PLTS berbasis koperasi melalui proyek Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia melalui Model Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat (TERBIT).

Model tersebut dibangun berdasarkan hasil studi lapangan di tiga koperasi percontohan, yakni:

baca juga
  1. KUD Mina Fajar Sidik di Blanakan, Subang, Jawa Barat.
  2. KPSP Setia Kawan di Pasuruan, Jawa Timur.
  3. KDMP Gili Genting di Sumenep, Jawa Timur.

Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan PLTS berbasis koperasi memiliki prospek yang menjanjikan. Namun, implementasinya membutuhkan dukungan skema pembiayaan yang tepat, model bisnis yang produktif, serta regulasi yang memadai.

Untuk menguji kelayakan model tersebut, Rumah Energi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari investor, lembaga pembiayaan, pengembang proyek, lembaga kajian, hingga perwakilan Kementerian Koperasi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Mereka memberikan masukan terhadap aspek kelayakan teknis, finansial, hingga kesiapan implementasi model bisnis PLTS berbasis koperasi yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui sinergi tersebut, Kementerian Koperasi dan Rumah Energi berharap koperasi tidak hanya menjadi penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan energi terbarukan.

Kehadiran koperasi hijau diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal, sekaligus mendukung target pengurangan emisi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×