Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
KDMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang dikelola secara profesional. (Dok: LPDB)

Suara.com - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penyedia layanan publik bagi masyarakat desa.

Dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi, KDMP Tamanmartani berhasil mengembangkan berbagai unit usaha produktif yang memberi manfaat langsung bagi anggota dan warga, mulai dari sektor pertanian hingga layanan kesehatan.

Di bawah kepemimpinan Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, koperasi yang berdiri pada 2025 tersebut kini memiliki 1.118 anggota dan mengelola sejumlah unit usaha strategis, antara lain sarana produksi pertanian (saprotan), sembako, perikanan, serta klinik kesehatan. Berbagai unit usaha tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

"Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga pelayanan dasar yang dibutuhkan warga desa," ujar Mawardi.

Salah satu unit usaha unggulan KDMP Tamanmartani adalah penyaluran pupuk bersubsidi. (Dok: LPDB)
Salah satu unit usaha unggulan KDMP Tamanmartani adalah penyaluran pupuk bersubsidi. (Dok: LPDB)

Salah satu unit usaha unggulan KDMP Tamanmartani adalah penyaluran pupuk bersubsidi. Koperasi ini dipercaya menjadi penyalur pupuk bersubsidi dengan volume mencapai sekitar 400 ton per tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam enam bulan terakhir saja, penyaluran pupuk telah mencapai lebih dari 200 ton kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani.

Selain menyediakan pupuk bersubsidi, koperasi juga menyalurkan benih, pestisida, serta kebutuhan produksi pertanian lainnya. Ke depan, KDMP Tamanmartani menargetkan pengembangan ekosistem usaha pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani.

"Petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kami ingin koperasi menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Mawardi.

Tidak hanya bergerak di sektor pertanian, KDMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang dikelola secara profesional. Klinik yang telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan tersebut menyediakan layanan Poli Umum, Poli Gigi, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta farmasi dengan didukung 10 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.

Menurut Mawardi, kehadiran klinik koperasi menjadi solusi atas keterbatasan akses layanan kesehatan masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak lebih dari enam kilometer menuju puskesmas. Saat ini, koperasi juga tengah menyelesaikan proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga ke depan dapat melayani lebih banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah tersebut.

baca juga

Dukungan LPDB Koperasi

Dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat pengembangan berbagai unit usaha KDMP Tamanmartani. Selain memperkuat modal kerja, LPDB Koperasi juga memberikan pendampingan agar koperasi mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

"LPDB sangat membantu kami, bukan hanya melalui pembiayaan tetapi juga pendampingan dalam pengembangan usaha. Dukungan ini membuat koperasi semakin optimistis untuk memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat," ujar Mawardi.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menilai keberhasilan KDMP Tamanmartani merupakan bukti nyata bahwa koperasi desa mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus layanan sosial masyarakat apabila dikelola secara profesional dan didukung akses pembiayaan yang memadai.

Menurut Krisdianto, model bisnis yang dikembangkan KDMP Tamanmartani selaras dengan semangat pemerintah dalam membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.

"KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Dari sektor pertanian yang membantu petani memperoleh sarana produksi hingga layanan kesehatan yang mendekatkan akses pelayanan kepada warga. Inilah wajah koperasi modern yang produktif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Krisdianto.

Ia menambahkan, LPDB Koperasi akan terus memperkuat dukungan pembiayaan dan pendampingan kepada koperasi-koperasi produktif yang memiliki komitmen memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi anggotanya.

"Kami berharap keberhasilan KDMP Tamanmartani dapat menjadi inspirasi bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dana bergulir yang dikelola LPDB Koperasi tidak hanya bertujuan memperkuat usaha koperasi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian desa. Apa yang dilakukan KDMP Tamanmartani hari ini merupakan contoh konkret bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan dari desa," tegasnya.

Keberhasilan KDMP Tamanmartani mengintegrasikan sektor pertanian, kesehatan, perikanan, dan perdagangan menjadikan koperasi ini sebagai salah satu model pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang banyak menjadi rujukan berbagai pihak. Dengan dukungan anggota, pemerintah daerah, serta pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi, koperasi tersebut terus berkembang sebagai contoh bagaimana koperasi desa mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan layanan publik yang dibutuhkan masyarakat.

"Dari membantu petani meningkatkan produktivitas melalui penyediaan sarana produksi hingga mendekatkan akses kesehatan bagi warga, KDMP Tamanmartani membuktikan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen pembangunan desa yang nyata, inklusif, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat," tambah Krisdianto.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

×