Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
KDMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang dikelola secara profesional. (Dok: LPDB)

Suara.com - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penyedia layanan publik bagi masyarakat desa.

Dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi, KDMP Tamanmartani berhasil mengembangkan berbagai unit usaha produktif yang memberi manfaat langsung bagi anggota dan warga, mulai dari sektor pertanian hingga layanan kesehatan.

Di bawah kepemimpinan Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, koperasi yang berdiri pada 2025 tersebut kini memiliki 1.118 anggota dan mengelola sejumlah unit usaha strategis, antara lain sarana produksi pertanian (saprotan), sembako, perikanan, serta klinik kesehatan. Berbagai unit usaha tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

"Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga pelayanan dasar yang dibutuhkan warga desa," ujar Mawardi.

Salah satu unit usaha unggulan KDMP Tamanmartani adalah penyaluran pupuk bersubsidi. (Dok: LPDB)
Salah satu unit usaha unggulan KDMP Tamanmartani adalah penyaluran pupuk bersubsidi. (Dok: LPDB)

Salah satu unit usaha unggulan KDMP Tamanmartani adalah penyaluran pupuk bersubsidi. Koperasi ini dipercaya menjadi penyalur pupuk bersubsidi dengan volume mencapai sekitar 400 ton per tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam enam bulan terakhir saja, penyaluran pupuk telah mencapai lebih dari 200 ton kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani.

Selain menyediakan pupuk bersubsidi, koperasi juga menyalurkan benih, pestisida, serta kebutuhan produksi pertanian lainnya. Ke depan, KDMP Tamanmartani menargetkan pengembangan ekosistem usaha pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani.

"Petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kami ingin koperasi menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Mawardi.

Tidak hanya bergerak di sektor pertanian, KDMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang dikelola secara profesional. Klinik yang telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan tersebut menyediakan layanan Poli Umum, Poli Gigi, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta farmasi dengan didukung 10 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.

Menurut Mawardi, kehadiran klinik koperasi menjadi solusi atas keterbatasan akses layanan kesehatan masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak lebih dari enam kilometer menuju puskesmas. Saat ini, koperasi juga tengah menyelesaikan proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga ke depan dapat melayani lebih banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah tersebut.

baca juga

Dukungan LPDB Koperasi

Dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat pengembangan berbagai unit usaha KDMP Tamanmartani. Selain memperkuat modal kerja, LPDB Koperasi juga memberikan pendampingan agar koperasi mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

"LPDB sangat membantu kami, bukan hanya melalui pembiayaan tetapi juga pendampingan dalam pengembangan usaha. Dukungan ini membuat koperasi semakin optimistis untuk memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat," ujar Mawardi.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menilai keberhasilan KDMP Tamanmartani merupakan bukti nyata bahwa koperasi desa mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus layanan sosial masyarakat apabila dikelola secara profesional dan didukung akses pembiayaan yang memadai.

Menurut Krisdianto, model bisnis yang dikembangkan KDMP Tamanmartani selaras dengan semangat pemerintah dalam membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.

"KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Dari sektor pertanian yang membantu petani memperoleh sarana produksi hingga layanan kesehatan yang mendekatkan akses pelayanan kepada warga. Inilah wajah koperasi modern yang produktif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Krisdianto.

Ia menambahkan, LPDB Koperasi akan terus memperkuat dukungan pembiayaan dan pendampingan kepada koperasi-koperasi produktif yang memiliki komitmen memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi anggotanya.

"Kami berharap keberhasilan KDMP Tamanmartani dapat menjadi inspirasi bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dana bergulir yang dikelola LPDB Koperasi tidak hanya bertujuan memperkuat usaha koperasi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian desa. Apa yang dilakukan KDMP Tamanmartani hari ini merupakan contoh konkret bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan dari desa," tegasnya.

Keberhasilan KDMP Tamanmartani mengintegrasikan sektor pertanian, kesehatan, perikanan, dan perdagangan menjadikan koperasi ini sebagai salah satu model pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang banyak menjadi rujukan berbagai pihak. Dengan dukungan anggota, pemerintah daerah, serta pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi, koperasi tersebut terus berkembang sebagai contoh bagaimana koperasi desa mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan layanan publik yang dibutuhkan masyarakat.

"Dari membantu petani meningkatkan produktivitas melalui penyediaan sarana produksi hingga mendekatkan akses kesehatan bagi warga, KDMP Tamanmartani membuktikan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen pembangunan desa yang nyata, inklusif, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat," tambah Krisdianto.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online

Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:07 WIB

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:06 WIB

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

×