Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026. Foto ist.
baca 10 detik
  • Pupuk Indonesia kirim 47.250 ton urea ke Australia.
  • RI jadi pemasok pupuk andal di tengah krisis rantai pasok global.
  • Target ekspor urea ke Australia capai 250.000 ton hingga akhir 2026.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil merealisasikan pengiriman 47.250 ton urea ke Australia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Keberhasilan ekspor ini ditandai dengan tibanya kapal Motor Vessel (MV) Medi Luna di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, pada Senin (22/6/2026). Pengiriman tersebut menjadi tonggak penting implementasi kerja sama ekspor pupuk Indonesia-Australia melalui skema Government-to-Government (G-to-G).

Di tengah ketidakpastian rantai pasok pupuk global akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah, Indonesia dinilai mampu tampil sebagai pemasok yang andal dan stabil bagi negara-negara mitra.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, mengatakan pengiriman urea ke Australia merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik.

Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Australia dalam menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan global.

"Ketika rantai pasok global menghadapi tantangan, Indonesia dengan kapasitas produksi urea yang besar dapat membantu memenuhi kebutuhan Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun," ujar Siswo.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan keberhasilan ekspor ini mencerminkan kemampuan Indonesia menjaga kontinuitas produksi dan pasokan pupuk di tengah dinamika global.

Menurut Rahmad, Indonesia mampu memberikan kepastian pasokan ketika banyak negara menghadapi ketidakpastian akibat gangguan rantai pasok internasional.

"Hari ini Indonesia menunjukkan bahwa kita adalah reliable supplier yang bisa menjadi sumber pasokan pupuk bagi negara mitra. Kita datang ketika mereka membutuhkan dan kita memberikan kepastian ketika dunia penuh ketidakpastian," kata Rahmad.

baca juga

Sebagai produsen pupuk dengan kapasitas mencapai 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan petani dalam negeri sekaligus melayani pasar ekspor. Pada 2026, produksi urea perusahaan ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton.

Rahmad menegaskan ekspor dilakukan setelah kebutuhan pupuk nasional dipastikan aman sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Arahan dari Bapak Presiden adalah penuhi dulu kebutuhan pupuk dalam negeri untuk para petani kita. Kita memiliki kapasitas yang memang lebih besar dari kebutuhan petani di Indonesia," ujarnya.

Kondisi pasokan pupuk nasional juga terbilang kuat. Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi tercatat mencapai 1,23 juta ton. Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,61 juta ton atau melonjak 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah Australia menyambut positif kedatangan urea asal Indonesia tersebut. Chief Digital & Data Officer Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers menyebut pasokan pupuk dari Indonesia memberikan kepastian bagi petani Australia sekaligus memperkuat ketahanan pangan kawasan.

"Kedatangan urea dari Indonesia hari ini menjadi cerminan eratnya kemitraan serta persahabatan antara Australia dan Indonesia. Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi para petani, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang lebih luas," kata Amanda.

Ekspor urea ke Australia merupakan tindak lanjut kesepakatan yang sebelumnya dibangun antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Pengiriman perdana dilakukan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026.

Ke depan, realisasi ekspor akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 250.000 ton sepanjang 2026. Langkah ini semakin menegaskan peran Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok pupuk regional sekaligus memperkuat diplomasi pangan nasional di kawasan Indo-Pasifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen

Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen

Foto | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:38 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×