Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

M Nurhadi

Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata
IIustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait serta Bahrain pada Minggu pagi.
  • Konflik di Selat Hormuz memanas akibat perebutan kendali jalur distribusi energi global antara pihak Amerika Serikat dan Iran.
  • Upaya diplomasi di Swiss gagal karena eskalasi militer dan ketidaksepakatan terkait gencatan senjata di wilayah Lebanon yang terinvasi.

Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memasuki fase kritis. Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan terus melanjutkan aksi saling serang di kawasan Teluk, di mana kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan damai sementara (interim deal) yang baru ditandatangani kurang dari dua minggu lalu untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama empat bulan.

Ketegangan memuncak pada Minggu pagi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras di media sosial bahwa militer Amerika Serikat kemungkinan akan "menyelesaikan tugas secara militer."

Hampir bersamaan dengan ancaman tersebut, Iran meluncurkan gelombang rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.

"Mungkin akan tiba suatu titik di mana kita tidak bisa lagi bersikap maklum, dan akan terpaksa menyelesaikan secara militer tugas yang telah kita mulai dengan sangat sukses," tulis Trump dalam unggahan media sosialnya.

"Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!"

Merespons unggahan tersebut, pihak militer Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka langsung aktif guna menghalau serangan rudal dan drone defensif.

Di saat yang sama, sirene peringatan bahaya juga berdengung keras di penjuru Bahrain. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa operasi udara dan laut gabungan ini merupakan balasan langsung atas agresi militer AS yang dituding melanggar gencatan senjata.

Meski kini dikabarkan tengah memanas kembali, harga minyak dunia (crude oil) justru turun dan berada di bawah level USD 70 per barel, sementara Brent berada di level USD 71.

Perebutan Kendali Jalur Energi Global di Selat Hormuz

baca juga

Sebelum gelombang serangan udara Iran ke pangkalan sekutu AS terjadi, Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya telah melancarkan serangan udara baru ke wilayah Sirik di Iran selatan.

Langkah ini diambil beberapa jam setelah sebuah kapal tanker berbendera Panama dihantam oleh drone milik Iran di Selat Hormuz pada hari Sabtu, seperti yang dilansir dari Reuters.

Sektor Selat Hormuz kini menjadi episentrum dari perseteruan kedua negara. Jalur maritim ini merupakan rute pasokan energi paling krusial di dunia, yang menampung seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu.

Selama konflik berlangsung, ratusan kapal tanker pengangkut minyak sempat terjebak dan terblokade di dalam Teluk. Ketika kapal-kapal tersebut mulai diizinkan keluar menyusul kesepakatan damai dua minggu lalu, harga minyak dunia sempat merosot tajam mendekati level sebelum perang karena lonjakan pasokan di pasar global. Namun, stabilitas ini kembali terancam akibat sengketa jalur navigasi:

  • Strategi Washington: AS dan sekutunya mendorong penggunaan jalur selatan yang membentang di sepanjang garis pantai Oman.
  • Strategi Teheran: Iran ingin memaksa kapal-kapal internasional menggunakan jalur utara yang masuk dalam wilayah perairan mereka, dengan target jangka panjang untuk menarik biaya retribusi jalur komersial.

Perundingan Swiss Buntu dan Imbas Gencatan Senjata Lebanon

Padahal, satu pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf sempat melangsungkan dialog mediasi di Swiss.

Langkah tersebut bahkan diikuti dengan keputusan Washington untuk mencabut sejumlah sanksi ekonomi terhadap Teheran. Namun, pelonggaran tersebut tidak bertahan lama seiring kembali pecahnya kontak senjata di lapangan.

Pihak Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa serangan AS ke Sirik telah menghancurkan seluruh proses diplomasi yang tengah dibangun.

Mereka memperingatkan bahwa markas militer Amerika di Timur Tengah akan "mengalami masa-masa seperti neraka" dalam beberapa hari ke depan. Meski situasi terus memanas, pejabat militer AS melaporkan belum ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur skala besar di pangkalan mereka sejauh ini.

Di luar wilayah Teluk, Iran juga menuduh AS gagal memenuhi janjinya untuk mempertahankan stabilitas gencatan senjata di Lebanon, wilayah yang diinvasi oleh Israel sejak Maret lalu untuk memburu kelompok militan Hizbullah.

Meskipun Israel dan Lebanon berulang kali menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS, efektivitasnya sangat terbatas. Israel menolak menarik mundur pasukannya dari wilayah Lebanon yang telah dikuasai, sementara Hizbullah dengan tegas menolak meletakkan senjata selama tentara Israel masih berada di tanah mereka.

Kondisi ini memicu kemarahan yang meluas di kalangan komunitas Syiah Lebanon, karena ratusan ribu warga sipil belum dapat kembali ke rumah mereka yang berada di bawah pendudukan militer Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!

Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:46 WIB

Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil

Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:05 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Terkini

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×