- Toko Kopi Tuku merayakan sebelas tahun berdiri sejak 2015 dengan melayani 85.000 cup kopi setiap harinya di Indonesia.
- Perusahaan memberdayakan ribuan karyawan, petani lokal, serta UMKM sebagai mitra strategis dalam operasional bisnis kopi mereka.
- Tuku melakukan upaya reforestasi penanaman pohon dan pengelolaan ribuan ton sampah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Suara.com - Berbicara mengenai bisnis, terutama di bidang makanan dan minuman, hal ini melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya dari para pekerja, tetapi juga pemasok bahan baku dari makanan dan minuman yang dihasilkan.
Lantaran, hal tersebut sangat berkaitan satu sama lain, seperti yang dilakukan Toko Kopi Tuku (TUKU). Memasuki usia 11 tahun sejak berdiri 2015 lalu, toko kopi satu setiap harinya menghasilka lebih dari 85.000 cup kopi dinikmati oleh pelanggan di berbagai kota.
Di balik itu semua, rupanya memberi dampak lapangan pekerjaan yang luas, bukan hanya karyawan di toko, tetapi para petani hingga UMKM. Untuk karyawan sendiri, terdapat ribuan barista, cook, helper, dan crew yang menjaga rasa dan kehangatan di setiap toko.
"Pada 2015 itu kita cuma punya dua orang barista. Sekarang, TUKU sudah punya 1.096 barista yang bergabung menjadi keluarga,” ungkap pendiri Toko Kopi TUKU, Andanu Prasetyo dalam perayaan Sewelas Asih di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, (25/6/2026),
Menggaet UMKM hingga petani lokal

Sementara di ulang tahunnya yang ke-11, TUKU menggandeng produsen lokal untuk membuat beragam produk seperti tumblr, tas belanja, hingga kaos.
Di sisi lain, pemasok biji kopi juga bekerja sama dengan BERAGAM, yang langsung diambil dari jajanan pasar hingga petani kopi di berbagai daerah Indonesia.
Tantangan yang dihadapi
Bekerja sama dengan petani lokal sendiri juga tidak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapi. Tahun lalu menjadi salah satu tahun paling menantang, ketika bencana di Aceh Tengah merusak kebun yang selama bertahun tahun menjadi sumber rasa dan pasokan utama.
- 60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
Baca Juga
Upaya reforestasi dan pengelolaan sampah

Tidak hanya fokus dalam menghasilkan produk, toko kopi satu ini juga berfokus terhadap reforestasi dan cinta lingkungan. TUKU melakukan reforestasi bersama Yayasan Tanah Air Semesta dan Bumiterra, dengan lebih dari 13.000 pohon MPTS ditanam di Garut dan Kapuas Hulu.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Waste4Change, DUITIN, dan Envmission untuk menangani lebih dari 1.124 ton sampah operasional.
Melalui kolaborasi dengan UMKM Gunung Sindur, limbah kemasan kopi dan krimer diolah menjadi tas guna pakai oleh 40 perempuan pengrajin, membuka sumber pendapatan baru bagi komunitas lokal.
Kerja sama mancanegara
Dalam perayaan 11 tahun, pihak TUKU bekerja sama dengan Casio membuat jam tangan spesial anniversary. Kolaborasi ini lahir dari kesamaan nilai yang dimiliki kedua brand. Desainnya dibuat sederhana, fungsional, dan relevan lintas generasi; nilai-nilai yang sejalan dengan perjalanan selama lebih dari satu dekade.
Meski demikian, jam ini tidak diperjualbelikan untuk umum. Pasalnya, jam tangan tersebut dibagikan untuk karyawan terpilih sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.
“Jam tangan Casio dan Toko Kopi Tuku ini kami bagikan ke karyawan untuk mengapresiasi support mereka," ucap Vice President Growth and Expansion Toko Kopi Tuku, Diana Frances.