Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

M Nurhadi

Selasa, 30 Juni 2026 | 14:17 WIB
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
Ilustrasi emas (Pexels/Michael Steinberg)
baca 10 detik
  • Harga emas dunia anjlok 1,5 persen ke level US$ 3.956,92 per ons pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.
  • Penurunan dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
  • Kinerja emas mencatatkan penurunan bulanan terburuk sejak 2008 serta koreksi kuartalan signifikan akibat kebijakan moneter bank sentral AS.

Suara.com - Tren pelemahan harga emas dunia kian tidak terbendung pada sesi perdagangan Selasa (30/6/2026). Komoditas logam mulia ini ambles lebih dari 1 persen dan kini bersiap mencatatkan kinerja bulanan terburuknya sejak Oktober 2008.

Situasi ini terjadi seiring meredanya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, yang bergeser menjadi ekspektasi pasar yang tebal terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS (The Fed) guna meredam lonjakan inflasi.

Berdasarkan data finansial terbaru pukul 02.21 GMT, harga emas di pasar spot terpantau anjlok 1,5 persen ke level US$ 3.956,92 per ons.

Secara akumulatif , harga emas spot telah tergerus hingga 12,7 persen sepanjang bulan ini, sekaligus menjadi rapor merah bulanan selama empat periode berturut-turut.

Pelemahan serupa juga menimpa kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus yang melorot 1,7 persen menuju posisi US$ 3.969,30 per ons.

Performa buruk ini membuat emas batangan berada di jalur penurunan kuartalan pertama sejak tahun 2024, sekaligus mencetak koreksi kuartalan terbesar sejak kuartal yang berakhir Juni 2013. 

Dampak perang Iran sebelumnya memang sempat membuat harga energi melonjak tajam , memicu kekhawatiran inflasi , dan mendorong taruhan kenaikan suku bunga agresif .

"Anda menghadapi inflasi tinggi, ekspektasi suku bunga tinggi, dan dolar yang kuat; hal-hal ini mengesampingkan semua faktor *bullish* lain yang biasanya dikaitkan dengan lonjakan harga emas," ujar Edward Meir, analis komoditas di Marex, dalam laporan Reuters.

Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai instrumen pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi, daya tarik aset tanpa imbal hasil ini terbukti melemah secara drastis di tengah lingkungan suku bunga yang tinggi .

baca juga

Para pelaku pasar saat ini memproyeksikan adanya tiga kali kenaikan suku bunga oleh The Fed pada sisa tahun ini . Berdasarkan indikator CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan ada peluang sebesar 64 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan September mendatang.

Untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed lebih lanjut, investor kini dalam posisi menantikan data ketenagakerjaan nasional versi ADP serta laporan Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Juni yang dijadwalkan rilis pekan ini .

Di sisi lain, penguatan indeks dolar AS yang menuju kenaikan bulanan kedua berturut-turut membuat transaksi emas menjadi jauh lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu , harga minyak bumi berada di jalur penurunan kuartalan terdalamnya sejak 2020 seiring fokus investor tertuju pada dinamika perundingan antara tim teknis AS dan Iran di Doha pekan ini —meskipun pihak Iran sempat menyatakan belum ada pertemuan resmi yang terjadwal .

Melihat kondisi makroekonomi tersebut, Meir memproyeksikan pergerakan harga emas akan diperdagangkan dalam rentang US$ 3.500 hingga US$ 4.400 per ons sepanjang paruh kedua tahun 2026 .

Kondisi penurunan serentak juga dialami oleh rumpun logam mulia lainnya :

  • Harga Perak: Melorot 2 persen ke level US$ 57,13 per ons.
  • Platinun: Menyusut 1,1 persen menjadi US$ 1.557,21 per ons.
  • Palladium: Ikut tergelincir 0,4 persen ke posisi US$ 1.208,17 per ons.

Secara keseluruhan , ketiga komoditas logam sekunder tersebut kompak terperosok ke dalam tren kerugian bulanan sekaligus kuartalan yang signifikan.

Disclaimer: Pemberitaan mengenai dinamika bursa komoditas internasional, fluktuasi harga emas spot dunia, indeks dolar AS, serta analisis proyeksi instrumen logam mulia ini disusun murni sebagai bentuk penyediaan informasi jurnalisme ekonomi finansial publik. Konten materi di atas sama sekali bukan merupakan rekomendasi investasi formal, ajakan tata niaga komersial, panduan transaksi, ataupun arahan final untuk melakukan aktivitas beli dan jual terhadap suatu aset finansial maupun komoditas tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?

Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:35 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×