- Pelaku kejahatan siber kini lebih sering menyasar manusia melalui phishing, social engineering, deepfake, dan voice cloning dibanding membobol sistem.
- Laporan NordStellar mencatat pembahasan layanan Deepfake-as-a-Service di dark web meningkat 39% sepanjang Januari–Mei 2026.
- Oleh karena itu, penting meningkatkan kesadaran pengguna karena teknologi AI membuat penipuan digital semakin meyakinkan.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi bahkan riset mandiri (DYOR) dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan,” tambahnya.
Menurut Ledy, perubahan pola ancaman tersebut menunjukkan bahwa keamanan digital tak lagi cukup mengandalkan kecanggihan teknologi semata.
Membangun security atau cyber hygiene melalui kebiasaan memverifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta mengenali berbagai format manipulasi menjadi esensial dalam memperkuat perlindungan pengguna.
"Platform dapat menyediakan berbagai sistem lapisan keamanan. Namun pada akhirnya, setiap keputusan tetap berada di tangan pengguna. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi ataupun mengambil keputusan terkait aset digital," tutupnya.