Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Achmad Fauzi

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:22 WIB
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
Ilustrasi kripto [Pixabay/vjkombajn]
  • Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi kripto dengan pertumbuhan nilai transaksi tahunan mencapai 103 persen.
  • Indodax menjalin kerja sama strategis dengan Chainalysis untuk memperkuat sistem kepatuhan serta pemantauan risiko transaksi blockchain secara real-time.
  • Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan standar keamanan dan perlindungan pengguna guna mendukung ekosistem kripto nasional yang sehat dan berkelanjutan.

Suara.com - Perkembangan industri kripto sangat pesat, sehingga diakui oleh kancah global. Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto.

Tak hanya itu, Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima. Pertumbuhan nilai transaksi aset kripto nasional bahkan mencapai 103 persen secara tahunan.

Regional Director ASEAN Chainalysis, Diederik Van Wersch mengatakan Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin mumpuni. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real-time sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat dan akurat," ujar Diederik di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]
Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]

Menurutnya, penguatan sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna menjadi aspek penting seiring semakin besarnya industri aset kripto dan meningkatnya standar pengawasan di tingkat global.

Kondisi tersebut mendorong platform perdagangan aset kripto Indodax menjalin kerja sama strategis dengan Chainalysis. Melalui implementasi solusi Chainalysis Crypto Compliance, Indodax memperkuat kemampuan pemantauan aktivitas blockchain secara real-time guna mengidentifikasi dan memitigasi berbagai potensi risiko.

"Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun fondasi tersebut dan bangga dapat mendukungnya melalui teknologi serta keahlian yang kami miliki untuk membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan," kata Diederik.

Sementara itu, CEO Indodax William Sutanto mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan standar kepatuhan dan tata kelola industri aset kripto di Indonesia.

"Kolaborasi kami dengan Chainalysis menjadi langkah strategis untuk memastikan Indodax tetap berada di garis depan dalam menerapkan standar keamanan dan kepatuhan di tengah industri kripto yang semakin kompleks," kata William.

William menilai penguatan infrastruktur kepatuhan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun industri aset kripto yang sehat dan berkelanjutan.

"Kepercayaan pengguna merupakan fondasi utama dalam industri ini. Kami percaya pertumbuhan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan harus dibangun di atas transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang," lanjut William.

Melalui kerja sama tersebut, Indodax menargetkan peningkatan efisiensi operasional kepatuhan, percepatan proses investigasi internal, serta penguatan kemampuan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem aset kripto Indonesia, sekaligus mendukung perlindungan pengguna sejalan dengan perkembangan standar regulasi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:40 WIB

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:45 WIB

Terkini

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:10 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:56 WIB

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:15 WIB

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB