Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Achmad Fauzi

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:22 WIB
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
Ilustrasi kripto [Pixabay/vjkombajn]
baca 10 detik
  • Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi kripto dengan pertumbuhan nilai transaksi tahunan mencapai 103 persen.
  • Indodax menjalin kerja sama strategis dengan Chainalysis untuk memperkuat sistem kepatuhan serta pemantauan risiko transaksi blockchain secara real-time.
  • Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan standar keamanan dan perlindungan pengguna guna mendukung ekosistem kripto nasional yang sehat dan berkelanjutan.

Suara.com - Perkembangan industri kripto sangat pesat, sehingga diakui oleh kancah global. Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto.

Tak hanya itu, Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima. Pertumbuhan nilai transaksi aset kripto nasional bahkan mencapai 103 persen secara tahunan.

Regional Director ASEAN Chainalysis, Diederik Van Wersch mengatakan Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin mumpuni. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real-time sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat dan akurat," ujar Diederik di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]
Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]

Menurutnya, penguatan sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna menjadi aspek penting seiring semakin besarnya industri aset kripto dan meningkatnya standar pengawasan di tingkat global.

Kondisi tersebut mendorong platform perdagangan aset kripto Indodax menjalin kerja sama strategis dengan Chainalysis. Melalui implementasi solusi Chainalysis Crypto Compliance, Indodax memperkuat kemampuan pemantauan aktivitas blockchain secara real-time guna mengidentifikasi dan memitigasi berbagai potensi risiko.

"Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun fondasi tersebut dan bangga dapat mendukungnya melalui teknologi serta keahlian yang kami miliki untuk membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan," kata Diederik.

Sementara itu, CEO Indodax William Sutanto mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan standar kepatuhan dan tata kelola industri aset kripto di Indonesia.

"Kolaborasi kami dengan Chainalysis menjadi langkah strategis untuk memastikan Indodax tetap berada di garis depan dalam menerapkan standar keamanan dan kepatuhan di tengah industri kripto yang semakin kompleks," kata William.

baca juga

William menilai penguatan infrastruktur kepatuhan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun industri aset kripto yang sehat dan berkelanjutan.

"Kepercayaan pengguna merupakan fondasi utama dalam industri ini. Kami percaya pertumbuhan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan harus dibangun di atas transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang," lanjut William.

Melalui kerja sama tersebut, Indodax menargetkan peningkatan efisiensi operasional kepatuhan, percepatan proses investigasi internal, serta penguatan kemampuan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem aset kripto Indonesia, sekaligus mendukung perlindungan pengguna sejalan dengan perkembangan standar regulasi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:40 WIB

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:45 WIB

Terkini

Kebakaran Landa 14 Rumah di Tamansari Jakbar, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kebakaran Landa 14 Rumah di Tamansari Jakbar, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor

Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma

Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP, Cek Syarat dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP, Cek Syarat dan Biayanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Apakah Boleh setelah Night Cream Pakai Sleeping Mask? Ini Urutannya

Apakah Boleh setelah Night Cream Pakai Sleeping Mask? Ini Urutannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:12 WIB

×