- PT Mutuagung Lestari Tbk meraih dana Rp 29,9 miliar melalui penerbitan 309,27 juta saham baru lewat mekanisme private placement.
- Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi laboratorium sektor halal, bisnis TICVA, serta mempercepat pengembangan bisnis karbon di Indonesia.
- Sejumlah investor strategis, termasuk PT Samala Serasi Utama dan Interra Resources, turut berpartisipasi mendukung transformasi ekonomi hijau nasional.
Suara.com - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) mengantongi dana segar hingga Rp 29,9 miliar lewat aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Lewat laman keterbukaan informasi, emiten jasa pengujian laboratorium dan sertifikasi ini berencana menerbitkan sebanyak 309.278.300 saham baru. Nilai pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 97 per saham, sehingga total dana segar yang dikumpulkan perseroan mencapai Rp 29.999.995.100 atau sekitar Rp 29,9 miliar.
Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk, Sumarna menyatakan, dana yang diperoleh dari aksi private placement ini akan difokuskan untuk memperkuat kapasitas Perseroan melalui ekspansi laboratorium di sektor Halal dan Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA), sekaligus mempercepat pengembangan bisnis karbon sebagai bagian dari dukungan MUTU terhadap agenda dekarbonisasi Indonesia.
"Penguatan permodalan ini diposisikan sebagai enabler untuk mendorong pertumbuhan pada dua sektor strategis tersebut, bukan sebagai tujuan akhir," katanya, dikutip Rabu (1/7/2026).
PT Samala Serasi Utama menjadi pemegang porsi terbesar dengan menyerap 103.092.700 saham. Sementara itu, PT Bumi Hijau Sedaya menyerap sebanyak 41.237.100 saham.
Interra Resources Limited selaku perusahaan energy & resources yang tercatat di Bursa Singapura (SGX) turut berinvestasi di MUTU melalui anak usahanya di Indonesia. Mereka mempercayakan MUTU untuk mengembangkan platform keberlanjutan (renewables).
Andreas Tjahjadi dan Leonard Tanubrata yang telah lama terlibat dalam perjalanan MUTU melalui berbagai skema investasi kembali ikut aksi Private Placement. Lalu ada Ridzki Kramadibrata selaku wirausahawan climate-tech sekaligus mantan Presiden Grab Indonesia.
Sandiaga Uno selaku investor dari PT Samala Serasi Utama menyampaikan bahwa investasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia.
Ia melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Lewat layanan sertifikasi, pengujian, dan verifikasi yang dimiliki, MUTU menjadi salah satu enabler penting bagi implementasi standar keberlanjutan di berbagai sektor industri.
"Investasi ini bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bentuk dukungan kami terhadap akselerasi transformasi ekonomi hijau nasional yang semakin membutuhkan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan terhadap standar global," kata Sandiaga Uno.
Kendati begitu Manajemen MUTU menegaskan bahwa seluruh investor tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi, baik dalam manajemen maupun kepemilikan saham, dengan pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, maupun jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh para investor strategis ini terhadap fundamental dan prospek bisnis MUTU. Bergabungnya nama-nama besar dan entitas berpengalaman ke dalam struktur permodalan kami menjadi bahan bakar baru bagi perseroan untuk berakselerasi lebih cepat," jelas Sumarna.