Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
irektur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • BSI menegaskan likuiditas tetap stabil meskipun terdapat rencana penarikan dana Saldo Anggaran Lebih oleh Menteri Keuangan.
  • Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, meminta penarikan dana senilai Rp21 triliun dilakukan secara bertahap demi stabilitas.
  • Penarikan dana yang dilakukan secara bertahap memungkinkan BSI mengelola arus kas dan menjaga kondisi pasar keuangan tetap terjaga.

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI meyakini likuiditas perseroan tidak goyah meski ada penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo, meminta Purbaya menarik dana SAL secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas likuiditas BSI dan pasar keuangan.

Secara bahasa bayi likuiditas perbankan adalah jumlah dana atau uang yang dimiliki bank untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan menyalurkan pinjaman.

"Kita kan kembali ke angka semula saja. Kemarin kami meminta kepada Pak Menteri kalau bisa jangan ditarik mendadak, tetapi per tahap. Kalau ditanya apakah mau berapa, ya tidak. Kita sesuai dengan angka yang semula saja. Karena kita lebih kepada menjaga ritmenya saja. Kita tidak minta nomor-nomor. Sama saja sesuai dengan awal-awal," ujar Anggoro di Gedumg BSI, Rabu (1/7/2026).

Ia mengungkapkan, total dana SAL yang ditempatkan di BSI mencapai sekitar Rp21 triliun. "Itu nanti kami minta supaya ditariknya bertahap. Supaya kami bisa mengatur likuiditas yang lain," ucap Anggoro.

Ilustrasi pelayanan Bank Syariah Indonesia. (Dok: BSI)
Ilustrasi pelayanan Bank Syariah Indonesia. (Dok: BSI)

Ia menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas merupakan aktivitas yang sudah menjadi bagian dari operasional sehari-hari industri perbankan. Karena itu, tantangan terbesar bukan pada besarnya dana yang ditarik, melainkan apabila penarikan dilakukan secara mendadak.

"Sebenarnya kalau kita bicara SAL, sebelumnya juga tidak ada. Buat kami perbankan, likuiditas memang menjadi hal yang sehari-hari dihadapi para bankir. Tapi kalau penarikan mendadak, itulah yang membuat pasar bisa bergejolak," jelasnya.

Menurut Anggoro, apabila penarikan dana pemerintah dilakukan secara bertahap, maka kondisi tersebut masih dapat diantisipasi oleh perbankan melalui pengelolaan pendanaan dan likuiditas yang lebih terukur.

"Kalau ditariknya bertahap, itu hal yang biasa. Setiap bank memang harus mencari likuiditas untuk mendukung ekspansi," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×