Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
irektur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • BSI menegaskan likuiditas tetap stabil meskipun terdapat rencana penarikan dana Saldo Anggaran Lebih oleh Menteri Keuangan.
  • Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, meminta penarikan dana senilai Rp21 triliun dilakukan secara bertahap demi stabilitas.
  • Penarikan dana yang dilakukan secara bertahap memungkinkan BSI mengelola arus kas dan menjaga kondisi pasar keuangan tetap terjaga.

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI meyakini likuiditas perseroan tidak goyah meski ada penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo, meminta Purbaya menarik dana SAL secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas likuiditas BSI dan pasar keuangan.

Secara bahasa bayi likuiditas perbankan adalah jumlah dana atau uang yang dimiliki bank untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan menyalurkan pinjaman.

"Kita kan kembali ke angka semula saja. Kemarin kami meminta kepada Pak Menteri kalau bisa jangan ditarik mendadak, tetapi per tahap. Kalau ditanya apakah mau berapa, ya tidak. Kita sesuai dengan angka yang semula saja. Karena kita lebih kepada menjaga ritmenya saja. Kita tidak minta nomor-nomor. Sama saja sesuai dengan awal-awal," ujar Anggoro di Gedumg BSI, Rabu (1/7/2026).

Ia mengungkapkan, total dana SAL yang ditempatkan di BSI mencapai sekitar Rp21 triliun. "Itu nanti kami minta supaya ditariknya bertahap. Supaya kami bisa mengatur likuiditas yang lain," ucap Anggoro.

Ilustrasi pelayanan Bank Syariah Indonesia. (Dok: BSI)
Ilustrasi pelayanan Bank Syariah Indonesia. (Dok: BSI)

Ia menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas merupakan aktivitas yang sudah menjadi bagian dari operasional sehari-hari industri perbankan. Karena itu, tantangan terbesar bukan pada besarnya dana yang ditarik, melainkan apabila penarikan dilakukan secara mendadak.

"Sebenarnya kalau kita bicara SAL, sebelumnya juga tidak ada. Buat kami perbankan, likuiditas memang menjadi hal yang sehari-hari dihadapi para bankir. Tapi kalau penarikan mendadak, itulah yang membuat pasar bisa bergejolak," jelasnya.

Menurut Anggoro, apabila penarikan dana pemerintah dilakukan secara bertahap, maka kondisi tersebut masih dapat diantisipasi oleh perbankan melalui pengelolaan pendanaan dan likuiditas yang lebih terukur.

"Kalau ditariknya bertahap, itu hal yang biasa. Setiap bank memang harus mencari likuiditas untuk mendukung ekspansi," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

Terkini

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:16 WIB

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:08 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:49 WIB

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:33 WIB

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:22 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:01 WIB

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:54 WIB

×