Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

M Nurhadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Penyaluran kredit perbankan nasional pada Mei 2026 melonjak 11% yoy, didorong dominasi segmen korporasi di sektor strategis.
  • Pertumbuhan kredit melampaui himpunan dana pihak ketiga sehingga menyebabkan rasio LDR perbankan menembus ambang batas 90%.
  • Pengetatan likuiditas memicu kenaikan suku bunga pasar uang antarbank dan memaksa perbankan meningkatkan kompetisi perebutan dana segar.

Suara.com - Industri perbankan domestik mencatatkan performa ekspansif yang impresif pada pertengahan kuartal kedua tahun ini.

Berdasarkan data terbaru sistem perbankan per Mei 2026, penyaluran kredit nasional mengalami akselerasi pertumbuhan yang berlanjut. Kendati demikian, laju kencang ekspansi ini mulai diiringi oleh sinyal pengetatan likuiditas yang semakin nyata di dalam sistem.

Pertumbuhan total kredit perbankan pada Mei 2026 melesat ke angka 11% secara tahunan (year-on-year/yoy), menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan capaian bulan April 2026 yang berada di level 9% yoy.

Motor utama penopang kenaikan ini berasal dari derasnya serapan kredit investasi yang tumbuh 7% sejak awal tahun (year-to-date/ytd), serta penguatan penyaluran kredit modal kerja yang melonjak 8% yoy. Catatan kredit modal kerja tersebut sekaligus menorehkan rekor tertinggi dalam 19 bulan terakhir.

Kredit Korporasi Meroket, Segmen UMKM dan Konsumer Masih Loyo

Jika dibedah berdasarkan segmentasi debitur, ketimpangan laju pertumbuhan masih terlihat cukup kontras di antara para pelaku ekonomi:

  • Segmen Korporasi: Menjadi pangsa pasar paling agresif dengan akselerasi pertumbuhan mencapai 17% yoy. Geliat ini ditopang kuat oleh aktivitas pembiayaan di beberapa sektor industri strategis, meliputi manufaktur, utilitas, konstruksi, dan pertambangan.
  • Segmen UMKM: Masih menunjukkan performa yang lemah dan belum bergerak secara optimal, di mana pertumbuhannya tertahan di level 0,6% yoy.
  • Segmen Konsumer: Masih berada dalam posisi tertinggal. Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melambat ke angka 4,6% yoy, menandai bulan ketiga berturut-turut sektor ini berada di bawah batas 5%. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor bahkan masih terperangkap di zona kontraksi sebesar 9% yoy.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Selaras dengan Pemulihan Giro

Dari sisi penghimpunan dana, agregat dana likuiditas likuid (M2) serta total simpanan masyarakat di perbankan terpantau tumbuh kompak di level 11% yoy.

Angka ini secara umum dinilai selaras dengan kecepatan pertumbuhan penyaluran kredit. Meski begitu, jika ditinjau dari basis year-to-date, pertumbuhan simpanan yang hanya bertambah 2% secara agregat nyatanya masih tertinggal dibandingkan ekspansi penyaluran kredit.

baca juga

Meskipun laju ytd masih tertinggal, momentum perbaikan simpanan diakui terus membaik. Kondisi ini didorong oleh penguatan simpanan milik korporasi yang melonjak tajam hingga 19% yoy serta pemulihan saldo giro sebesar 20% yoy.

Di sisi lain, instrumen tabungan juga ikut unjuk gigi dengan mencetak pertumbuhan 10% yoy, yang merupakan laju penguatan tercepat sejak September 2022.

Aktivitas penyaluran kredit yang jauh lebih agresif ketimbang pertumbuhan dana ytd berkonformasi langsung terhadap menipisnya ruang likuiditas bank.

Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) di dalam sistem perbankan kini telah melampaui ambang batas 90%. Angka LDR ini menempati rekor level tertinggi sejak bulan Juni 2025 lalu.

Dampak dari pengetatan ini mulai memicu persaingan perebutan dana segar. Suku bunga simpanan terpantau merangkak meningkat di pasar, meskipun perbankan masih berupaya menahan suku bunga kredit agar relatif stabil demi menjaga momentum bisnis debitur.

Tekanan pendanaan di pasar uang diperparah oleh agresifnya penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) oleh bank sentral. Langkah agresif ini mengerek volume outstanding SRBI hingga menyentuh level 11,2% dari total keseluruhan simpanan, mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Kondisi ketatnya likuiditas antarbank ini terkonfirmasi dari pergerakan suku bunga pasar uang antarbank pecahan rupiah (IndoNIA) yang terkerek naik ke level 6,6% per 18 Juni 2026—posisi tertinggi sejak Maret 2025.

Lonjakan tajam pada utilisasi fasilitas repo Bank Indonesia oleh perbankan mempertegas bahwa tekanan pendanaan jangka pendek di dalam sistem perbankan saat ini sudah semakin nyata.

Disclaimer: Berita ekonomi ini disajikan berdasarkan analisis data perbankan periode Mei 2026. Informasi ini bukan rujukan mutlak untuk investasi, pembaca diharapkan tetap bijak memantau risiko volatilitas suku bunga dan kebijakan moneter terkini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar

Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 14:22 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:06 WIB

Terkini

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:37 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:18 WIB