Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
Pemerintah mulai buka perdagangan karbon. (Pexels/Ana Mai)
baca 10 detik
  • Pemerintah mengimplementasikan perdagangan karbon sektor kehutanan melalui empat proyek perdana yang melibatkan tiga PBPH dan satu perhutanan sosial.
  • Pemerintah akan menyerahkan persetujuan penerbitan kredit karbon sebesar 31,7 juta ton CO2e kepada keempat pihak pada 6 Juli 2026.
  • Proyek ini ditargetkan menghasilkan transaksi Rp5 triliun serta menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak senilai Rp500 miliar bagi negara.

Suara.com - Pemerintah mulai mengimplementasikan perdagangan karbon di sektor kehutanan. Sebanyak tiga pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan satu kelompok perhutanan sosial akan menjadi proyek perdana yang memperdagangkan kredit karbon dengan potensi nilai transaksi mencapai sekitar Rp5 triliun.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah akan menyerahkan persetujuan menteri untuk penerbitan kredit karbon kepada empat proyek tersebut pada 6 Juli 2026.

Total potensi unit karbon yang akan diperdagangkan mencapai sekitar 31,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).

"Kita akan melakukan penyerahan persetujuan menteri untuk penerbitan karbon kredit. Jadi tadi sudah disampaikan oleh Pak Hasyim, ada tiga PBPH dan satu perhutanan sosial, jadi empat totalnya, Pak. Kira-kira nanti akan ada 31,7 juta ton CO2 ekuivalen. Kira-kira nilai transaksinya Rp5 triliun, dan PNBP-nya sekitar Rp500 miliar," ujar Raja Juli dalam konferensi pers Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta, Rabu (2/7/2026).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3)

Menurut Raja Juli, implementasi perdagangan karbon tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth atau pertumbuhan hijau.

"Jadi ini bagian dari apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebagai new engine of growth untuk mencapai 8 persen, terutama mempergunakan green growth. Sehingga ada keseimbangan antara pembangunan, antara ekonomi dan ekologi," katanya.

Selain menghasilkan transaksi perdagangan karbon, proyek perdana tersebut diperkirakan menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp500 miliar. Nilai itu belum termasuk potensi penerimaan pajak dari aktivitas perdagangan karbon.

Raja Juli menjelaskan, peluncuran proyek perdagangan karbon sektor kehutanan akan menjadi langkah awal sebelum pemerintah meresmikan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026.

"Pertama, atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, ekosistem perdagangan karbon kita mulai bisa kita perbaiki, bahkan bisa kita implementasikan. Apa yang mandek pada saat yang lalu, insyaallah akan bisa kita eksekusi," ucapnya.

baca juga

Ia menambahkan, pemerintah sengaja melibatkan satu skema perhutanan sosial dalam proyek perdana agar manfaat ekonomi dari perdagangan karbon juga dapat dirasakan masyarakat.

"Salah satunya makanya ada tiga PBPH, swasta besar, satu lagi PS (Perhutanan Sosial). Jadi ini benar-benar melibatkan masyarakat, masyarakat adat, perhutanan sosial, yang selama ini terpinggirkan dalam pembangunan, itu kita ajak bersama-sama," kata Raja Juli.

Sementara itu, Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut implementasi perdagangan karbon dilakukan secara bertahap.

Menurut dia, sektor yang regulasinya telah siap akan langsung berjalan, sedangkan aturan yang belum rampung akan diselesaikan secara paralel.

"Yang sudah siap jalan. Yang belum selesai akan menyusul, yang sudah selesai berjalan. Jadi kita lakukan secara paralel," ungkap Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:08 WIB

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:17 WIB

Terkini

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×