Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:32 WIB
Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif
Aktivitas ekspor impor peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026 akibat lonjakan defisit di sektor migas.
  • Kinerja perdagangan nonmigas yang kokoh menghasilkan surplus kumulatif 4,03 miliar dolar AS sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
  • Pemerintah menargetkan perluasan akses pasar ekspor dan peningkatan nilai tambah produk untuk menjaga stabilitas perdagangan nasional ke depan.

Suara.com - Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026, Indonesia masih membukukan surplus perdagangan sebesar 4,03 miliar dolar AS yang ditopang kinerja perdagangan nonmigas.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan surplus perdagangan nonmigas sebesar 16,31 miliar dolar AS mampu menutup defisit sektor migas yang mencapai 12,28 miliar dolar AS pada lima bulan pertama tahun ini.

"Meskipun neraca perdagangan Mei 2026 defisit, namun secara kumulatif, kinerja perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. Ini membuktikan kinerja perdagangan nonmigas Indonesia masih tetap kokoh di tengah tantangan global," ujar Budi kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Budi, defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 terutama dipicu meningkatnya defisit sektor migas yang mencapai 3,76 miliar dolar AS. Defisit tersebut berasal dari perdagangan hasil minyak sebesar 3,40 miliar dolar AS dan minyak mentah sebesar 0,70 miliar dolar AS.

Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) memastikan pemerintah batal menaikkan Harga Minyakita. [Antara]
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah). [Antara]

Sementara itu, perdagangan gas alam masih mencatat surplus sebesar 0,35 miliar dolar AS.

Di tengah tekanan pada sektor migas, perdagangan nonmigas tetap mencatat surplus sebesar 2,15 miliar dolar AS pada Mei 2026. Tiga komoditas penyumbang surplus terbesar berasal dari bahan bakar mineral senilai 2,54 miliar dolar AS, lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar 2,21 miliar dolar AS, serta besi dan baja sebesar 1,38 miliar dolar AS.

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, surplus nonmigas terutama disumbang komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar 13,92 miliar dolar AS, bahan bakar mineral sebesar 10,88 miliar dolar AS, serta besi dan baja senilai 7,09 miliar dolar AS.

Dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai mencapai 8,47 miliar dolar AS. Posisi berikutnya ditempati India sebesar 5,34 miliar dolar AS dan Filipina sebesar 3,42 miliar dolar AS.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 23,20 miliar dolar AS atau turun 8,30 persen dibandingkan April 2026 dan turun 5,73 persen dibandingkan Mei 2025. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari–Mei 2026 mencapai 115,36 miliar dolar AS atau tumbuh 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

baca juga

Budi menilai industri pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nasional.

"Ke depan, pemerintah akan terus memperluas akses pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nasional agar kinerja ekspor tetap terjaga," kata Budi.

Di sisi impor, nilai impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai 24,81 miliar dolar AS atau turun 1,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi meningkat 22,16 persen dibandingkan Mei 2025.

Menurut Budi, kenaikan impor barang modal menjadi sinyal positif bagi aktivitas investasi dan produksi nasional.

"Kenaikan impor barang modal mencerminkan menguatnya aktivitas investasi dan kapasitas produksi nasional. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing industri serta ekspor Indonesia ke depan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas

Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:52 WIB

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB

Terkini

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:25 WIB

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

×