Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
Ilustrasi. Peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi strategi yang jauh lebih efektif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Foto ist.
baca 10 detik
  • Produktivitas jagung nasional naik lebih dari 11% pada awal 2026.
  • Ponorogo menjadi sentra strategis dengan produksi 284 ribu ton jagung.
  • Teknologi benih hibrida meningkatkan hasil panen sekaligus keuntungan petani.

Suara.com - Upaya pemerintah mengejar swasembada jagung tidak hanya bergantung pada perluasan lahan pertanian. Peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi strategi yang jauh lebih efektif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam panen raya jagung yang digelar Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi pemerintah, sektor swasta, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan petani mampu menghasilkan praktik pertanian yang lebih modern sekaligus meningkatkan nilai ekonomi usaha tani.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan faktor utama untuk mencapai target swasembada pangan nasional, terutama di tengah keterbatasan lahan pertanian dan meningkatnya tantangan perubahan iklim.

"Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam. Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta seperti Bayer menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat mendorong sentra produksi daerah menjadi penopang produksi jagung nasional," ujar Hanif.

Data produksi menunjukkan tren yang semakin positif. Pada Januari 2026, luas panen jagung pipilan nasional mencapai sekitar 0,24 juta hektare, meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 0,22 juta hektare.

Sejalan dengan itu, produksi jagung pipilan kering berkadar air 14 persen diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, naik 11,09 persen dibanding Januari 2025 yang mencapai 1,25 juta ton.

Ponorogo menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada jagung nasional. Kabupaten ini masuk jajaran 10 besar penghasil jagung di Jawa Timur dengan luas panen mencapai 39.046 hektare pada 2025.

Dari luas tersebut, produksi jagung mencapai 284.242 ton dengan produktivitas rata-rata 7,28 ton per hektare, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu lumbung jagung penting di Indonesia.

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi agar produktivitas pertanian mampu meningkat secara berkelanjutan.

baca juga

"Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Ponorogo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di tengah tantangan yang terus berkembang, pemanfaatan inovasi dan teknologi menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung pencapaian target swasembada jagung nasional," katanya.

Salah satu bentuk inovasi yang diterapkan dalam panen raya tersebut adalah penggunaan benih jagung hibrida Dekalb DK19C. Evaluasi teknis di Desa Pijeran menunjukkan varietas tersebut memiliki performa agronomi yang baik dengan pertumbuhan tanaman yang seragam dan produktivitas yang lebih tinggi.

Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, Aditia Rusmawan, mengatakan inovasi pertanian harus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada petani.

Menurutnya, teknologi benih tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu petani memperoleh keuntungan yang lebih besar melalui efisiensi biaya produksi.

"Bagi Bayer, inovasi pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui teknologi benih jagung hibrida Dekalb, kami ingin membantu petani meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil panen yang bernilai ekonomi lebih baik," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Bayer juga akan memperkenalkan dua varietas baru, yakni Dekalb DK19S dan DK09S. Kedua benih bioteknologi tersebut dirancang memiliki perlindungan terhadap hama utama seperti penggerek batang dan ulat grayak, sekaligus memiliki toleransi terhadap herbisida Roundup Ready 2.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan benih unggul juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani. Rendemen pipilan yang tinggi serta kadar air yang lebih rendah saat panen mampu menekan biaya pengeringan, sehingga margin keuntungan usaha tani menjadi lebih besar.

Petani jagung asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Miswanto, mengaku merasakan langsung manfaat penggunaan benih tersebut.

"Sejak menggunakan benih jagung Dekalb DK19C, pertumbuhan tanaman lebih seragam, tongkolnya lebih bagus, dan hasil panennya meningkat. Selain produksinya lebih tinggi, biaya juga lebih efisien karena kualitas panennya baik. Pendampingan budidaya dari Bayer juga membuat kami lebih percaya diri menerapkan teknologi baru di lahan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Sukses Transformasi AI di Perusahaan, Bukan Dimulai dari Teknologinya

Rahasia Sukses Transformasi AI di Perusahaan, Bukan Dimulai dari Teknologinya

Tekno | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:10 WIB

Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo

Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo

Foto | Senin, 06 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026

Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:05 WIB

Terkini

Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik  yang Paling Menguras Isi Dompet

Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik yang Paling Menguras Isi Dompet

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:25 WIB

4 Micellar Water dengan Dual Phase, Solusi Praktis Angkat Makeup Waterproof

4 Micellar Water dengan Dual Phase, Solusi Praktis Angkat Makeup Waterproof

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:24 WIB

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Liks | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Proses Syuting Selesai, The Lincoln Lawyer Siap Akhiri Kisah di Season 5

Proses Syuting Selesai, The Lincoln Lawyer Siap Akhiri Kisah di Season 5

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:15 WIB

Syarat KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah? Begini Aturannya

Syarat KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah? Begini Aturannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:11 WIB

Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop

Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIB

Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah

Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:07 WIB

Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Ipul Bicara soal Aturan Main

Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Ipul Bicara soal Aturan Main

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:06 WIB

5 Tips Membuat Itinerary Liburan Hemat Budget untuk Backpacker

5 Tips Membuat Itinerary Liburan Hemat Budget untuk Backpacker

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:05 WIB

Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi

Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi

Jatim | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:01 WIB

×