Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:44 WIB
Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah betah di level Rp18.000. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp18.071 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026 pagi.
  • Pelemahan mata uang rupiah disebabkan oleh ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang terus memanas.
  • Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi dengan tren pelemahan dan penguatan di beberapa negara.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih betah di level Rp18.000 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Bahkan, mata uang garuda terus melemah pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 18.071 per dolar AS, melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.068 per dolar AS.   

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah imbas tensi perang Iran dengan AS terus memanas.

"Penguatan rupiah akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas," katanya saat dihubungi Suara.com.

Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp18.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]

Namun, rupiah berpotensi melemah  terhadap dolar AS. Sebab, mata uang paman Sam itu akan kembali melemah setelah data inflasi produsen AS yg lebih lemah dari perkiraan.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,14 persen.

Selanjutnya ada yuan China dan baht Thailand yang sama-sama tertekan 0,03 persen. Disusul, dolar Hong Kong yang turun 0,006 persen.

Sedangkan, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,18 persen. Berikutnya, ringgit Malaysia terangkat 0,13 persen dan peso Filipina naik 0,07 persen. Diikuti, yen Jepang yang menguat tipis 0,05 persen terhadap the greenback.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×