- Saham PT First Media Tbk (KBLV) melonjak lebih dari 60 persen dalam sepekan terakhir hingga 21 Juli 2026.
- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan kepada perseroan terkait pergerakan harga saham yang dinilai tidak wajar tersebut.
- Manajemen First Media menegaskan tidak ada informasi material maupun rencana aksi korporasi yang memengaruhi kenaikan harga saham.
Suara.com - Emiten penyedia internet, PT First Media Tbk (KBLV) mendadak menjadi buruan investor akhir-akhir ini. Bahkan, sahamnya telah naik lebih dari 60 persen selama sepekan.
Pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, saham KBLV ditutup di level Rp138, naik 9 poin atau 6,98 persen.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan 1,70 juta lembar saham berpindah tangan dan nilai transaksi mencapai Rp23,29 miliar.
Dalam periode sepekan, saham KBLV melesat 55 poin atau 66,27 persen. Sementara secara bulanan, saham emiten penyedia layanan internet broadband dan televisi berbayar ini masih menguat 47 poin atau 51,65 persen.

Di tengah lonjakan harga tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada perseroan terkait pergerakan saham yang tidak biasa.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan First Media, Harianda Noerlan, menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham.
"Sepanjang pengetahuan kami, sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik yang belum disampaikan ke publik," ujar Harianda dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Selasa (21/7/2026).
Perseroan juga memastikan tidak terdapat informasi material yang belum diungkapkan kepada publik sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Selain itu, KBLV menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham perseroan, setidaknya dalam tiga bulan ke depan.
"Sampai dengan tanggal surat ini, tidak terdapat rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang)," katanya.
Harianda menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat informasi penting lainnya yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan. Pemegang saham utama juga belum menyampaikan adanya rencana transaksi tertentu terkait kepemilikan sahamnya di First Media.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.