Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Profil Newport Produk Alkohol Milik Orang Tua Group di Balik Kasus Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Profil Newport Produk Alkohol Milik Orang Tua Group di Balik Kasus Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras
Booth Newport di The Sounds Project (Bidikan layar video viral/diedit dengan AI).
baca 10 detik
  • Newport disorot usai promosi alkohol dikaitkan dengan bacaan Surah Ad-Duha.
  • Produk Newport golongan B berkadar alkohol sekitar 19,7% diproduksi di Citeureup milik Orang Tua (OT) Group.
  • Izin booth dan tanggung jawab Newport masih menjadi pertanyaan publik.

Suara.com - Nama Newport mendadak menjadi salah satu kata kunci yang ramai dicari di Indonesia. Sorotan itu muncul setelah sebuah video pendek dari booth sponsor di festival musik The Sounds Project viral di media sosial. Newport adalah merek minuman keras lansiran Orang Tua (OT) Group.

Dalam video tersebut, seorang pengunjung perempuan terlihat melafalkan Surah Ad-Duha. Setelah itu, ia ditawari memilih botol minuman keras (miras) sebagai hadiah.

Aksi tersebut sontak menuai kecaman publik. Dua pihak telah menyampaikan permintaan maaf, yakni penyelenggara festival dan pembawa acara di booth. Namun, pihak yang hingga kini belum memberikan keterangan resmi adalah pemilik merek Newport.

Akun Instagram @newport.tanpabatas juga disebut telah menghilang dari platform. Sampai berita ini disusun, belum ada konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pihak Newport terkait kontroversi tersebut.

Lantas, sebenarnya seperti apa merek Newport yang kini menjadi sorotan?

Newport merupakan merek minuman beralkohol dengan sejumlah varian. Salah satu produk yang tercatat dalam basis data registrasi adalah Newport Passion Blue.

Produk tersebut tercatat sebagai minuman beralkohol golongan B dengan aroma vodka dan cola. Kandungan alkoholnya sekitar 19,7 persen berdasarkan volume (ABV) dengan nomor registrasi BPOM MD 169910019299.

Varian yang lebih baru, Newport Revolution–Passion Blue, memiliki karakteristik serupa. Basis data pendaftar BPOM mencantumkan PT Intitirta Sarimakmur sebagai perusahaan pendaftar.

Produk tersebut tercatat sebagai minuman beralkohol golongan B beraroma vodka dan cola dengan kadar alkohol sekitar 19,7 persen volume.

baca juga

Perusahaan yang sama juga tercatat mendaftarkan varian lain, seperti Newport Red serta merek minuman beralkohol Intisari.

Angka 19,7 persen bukan sekadar detail pada label. Berdasarkan penggolongan minuman beralkohol, kadar tersebut menempatkan Newport pada golongan B, yakni minuman dengan kadar alkohol lebih dari 5 persen hingga 20 persen.

Karena itu, angka tersebut lebih tepat disebut sebagai kadar alkohol berdasarkan volume atau alcohol by volume (ABV).

Di balik merek Newport terdapat PT Intitirta Sarimakmur yang merupakan bagian dari OT Group.

Penelusuran terhadap perusahaan tersebut mengarah ke kawasan industri Citeureup, Bogor. Catatan resmi Bea Cukai Bogor mengenai kegiatan pengawasan menyebut PT Intitirta Sarimakmur sebagai perusahaan yang memproduksi minuman mengandung etil alkohol.

Dalam kunjungan tersebut, petugas Bea Cukai meninjau proses produksi minuman beralkohol golongan B dengan kadar 5,1 persen hingga 20 persen.

Prosesnya mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penyortiran, boiling, fermentasi, hingga pelekatan pita cukai dan pengemasan.

Artinya, persoalan yang kini menjadi sorotan bukan semata mengenai keberadaan produk atau proses produksinya. Perhatian publik justru mengarah pada cara produk tersebut dipromosikan dalam sebuah festival musik.

Kontroversi kemudian berkembang dari persoalan etika menjadi pertanyaan mengenai aspek perizinan.

Pasal 7 Perpres Nomor 74 Tahun 2013 mengatur bahwa minuman beralkohol golongan B hanya dapat dijual di hotel, bar, dan restoran yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan di bidang kepariwisataan.

Aturan tersebut juga mencakup toko bebas bea serta tempat tertentu yang ditetapkan oleh bupati/wali kota dan gubernur untuk wilayah Jakarta.

Selain itu, peredaran minuman beralkohol juga diatur agar tidak berdekatan dengan tempat ibadah, lembaga pendidikan, dan rumah sakit.

Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai dasar izin pembukaan booth Newport di festival musik terbuka tersebut, termasuk pihak yang memberikan izin.

Pertanyaan mengenai perizinan inilah yang kini ikut didorong sejumlah pihak untuk mendapatkan penjelasan dari pemerintah.

Reaksi keras datang dari berbagai pihak setelah video tersebut menyebar luas.

Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menilai tindakan dalam video tersebut tidak dapat dibenarkan.

Ia menegaskan, tindakan tersebut tidak hanya bermasalah dari sisi agama, tetapi juga menyangkut aspek moral, etika, dan hukum.

Menurutnya, pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tekanan juga datang dari Yayasan Konsumen Muslim Indonesia. Lembaga tersebut mendesak Kementerian Perdagangan mencabut izin edar Newport.

Yayasan itu juga menilai penyelenggara festival serta penanggung jawab stan perlu diproses secara hukum. Mereka berpendapat permintaan maaf tidak serta-merta menghapus dugaan unsur pidana apabila memang terdapat pelanggaran hukum.

Tekanan hukum juga datang dari sejumlah pihak.

Praktisi hukum Muhammad Dimas Saputra melayangkan somasi terbuka dan meminta klarifikasi resmi dalam waktu 1x24 jam.

Sementara itu, seorang pengacara lainnya menyatakan akan membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya.

Kecaman juga disampaikan Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah Ja'far Shodiq. Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar tindakan yang tidak etis.

Penyelenggara The Sounds Project akhirnya memberikan pernyataan pada Selasa.

Dalam pernyataannya, pihak penyelenggara menegaskan tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge maupun promosi produk dalam bentuk apa pun.

Penyelenggara juga menyatakan kejadian tersebut sepenuhnya berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali mereka.

The Sounds Project menyebut peristiwa itu berlangsung pada 9 Agustus 2026. Penyelenggara mengaku membutuhkan waktu untuk memastikan fakta sebelum mengambil langkah dan menyampaikan sikap.

"Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tegas penyelenggara dalam pernyataannya.

Kini, sorotan publik tidak hanya tertuju kepada penyelenggara maupun pembawa acara booth. Pertanyaan yang masih menunggu jawaban adalah siapa yang memberikan izin booth tersebut dan bagaimana posisi Newport sebagai pemilik merek dalam kegiatan promosi tersebut.

Hingga berita ini disusun, pihak Newport belum memberikan tanggapan resmi mengenai kontroversi yang membuat namanya mendadak menjadi perbincangan luas di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Massa Bergerak Geruduk Rumah di Bekasi Cari MC Booth Miras Acara The Sound Project

Massa Bergerak Geruduk Rumah di Bekasi Cari MC Booth Miras Acara The Sound Project

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Hiburan Jakarta Harus Berbudaya! DPRD DKI Kecam Keras Agama Jadi Gimmick Jualan Miras

Hiburan Jakarta Harus Berbudaya! DPRD DKI Kecam Keras Agama Jadi Gimmick Jualan Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Hafalan Surah Ad-Dhuha Jadi Gimmick Promosi Miras, Polisi Diminta Usut Dugaan Penistaan Agama

Hafalan Surah Ad-Dhuha Jadi Gimmick Promosi Miras, Polisi Diminta Usut Dugaan Penistaan Agama

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Golkar Usul Pilkada Tanpa Wakil, Kepala Daerah Bisa Tunjuk 2-3 Birokrat Senior

Golkar Usul Pilkada Tanpa Wakil, Kepala Daerah Bisa Tunjuk 2-3 Birokrat Senior

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Profil Newport Produk Alkohol Milik Orang Tua Group di Balik Kasus Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras

Profil Newport Produk Alkohol Milik Orang Tua Group di Balik Kasus Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Brankas di Rumah Febrie Kosong saat Digeledah, Boyamin: Masa Tak Ada Apa-Apa?

Brankas di Rumah Febrie Kosong saat Digeledah, Boyamin: Masa Tak Ada Apa-Apa?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Golkar Tampung Opsi Pilkada Tanpa Wakil untuk Cegah 'Pecah Kongsi'

Golkar Tampung Opsi Pilkada Tanpa Wakil untuk Cegah 'Pecah Kongsi'

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Cuma 962 Gram! Lenovo Yoga Slim 7i Buktikan Ringan Tak Berarti Lemah

Cuma 962 Gram! Lenovo Yoga Slim 7i Buktikan Ringan Tak Berarti Lemah

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Massa Bergerak Geruduk Rumah di Bekasi Cari MC Booth Miras Acara The Sound Project

Massa Bergerak Geruduk Rumah di Bekasi Cari MC Booth Miras Acara The Sound Project

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Ingin Rezeki dan Karir Melejit? Simak Pesan Seskab Teddy untuk Lulusan Baru

Ingin Rezeki dan Karir Melejit? Simak Pesan Seskab Teddy untuk Lulusan Baru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Sering Dijadikan Stiker Lucu, Karyawan Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat Kantor

Sering Dijadikan Stiker Lucu, Karyawan Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat Kantor

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Zulhas Akui Pernah Dikasih Uang Rp 893 Miliar dari George Soros

Zulhas Akui Pernah Dikasih Uang Rp 893 Miliar dari George Soros

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Hiburan Jakarta Harus Berbudaya! DPRD DKI Kecam Keras Agama Jadi Gimmick Jualan Miras

Hiburan Jakarta Harus Berbudaya! DPRD DKI Kecam Keras Agama Jadi Gimmick Jualan Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:30 WIB

×