Profil Reza Aulia Hakim, Direktur Niaga Garuda Indonesia yang Mendadak Dicopot

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Profil Reza Aulia Hakim, Direktur Niaga Garuda Indonesia yang Mendadak Dicopot
Profil Reza Aulia Hakim, Direktur Niaga Garuda Indonesia yang Mendadak Dicopot. Foto tangkapan layar
baca 10 detik
  • Reza Aulia Hakim diberhentikan sementara sebagai Direktur Niaga GIAA mulai 14 Agustus 2026.
  • Reza berpengalaman di Garuda sejak 2016 dan baru menjadi Direktur Niaga pada 2025.
  • Garuda menjamin operasional normal dan siapkan pelaksana tugas Direktur Niaga.

Suara.com - Kabar kurang sedap kembali datang dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Maskapai penerbangan nasional itu memberhentikan sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim mulai 14 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Garuda Indonesia melalui keterbukaan informasi kepada publik pada Kamis (13/8). Dewan Komisaris perseroan menetapkan pemberhentian sementara Reza dari jabatannya sebagai Direktur Niaga.

“Dewan Komisaris Perseroan menetapkan pemberhentian sementara Sdr. Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan sejak tanggal 14 Agustus 2026,” jelas manajemen Garuda Indonesia.

Langkah tersebut menjadi sorotan karena posisi Direktur Niaga merupakan salah satu jabatan strategis di tubuh maskapai. Direktur Niaga memiliki peran penting dalam mengelola sisi komersial, penjualan, distribusi, hingga optimalisasi pendapatan penerbangan.

Meski demikian, Garuda memastikan pergantian sementara tersebut tidak mengganggu aktivitas operasional perusahaan.

“Perseroan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan dengan normal,” tulis Vice President GIAA Andreas Tumpal H. Hutapea.

Bukan Orang Baru di Garuda

Reza Aulia Hakim bukan nama baru di lingkungan Garuda Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1984 tersebut memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di industri penerbangan, khususnya pada bidang komersial dan manajemen pendapatan.

Reza menempuh pendidikan S1 Sistem Informasi di Universitas Gunadarma. Kariernya di Garuda Indonesia dimulai sejak 2016.

baca juga

Pada periode 2016–2017, Reza dipercaya sebagai Senior Manager Revenue Planning & Development. Setahun kemudian, ia naik menjadi Vice President Revenue Management untuk periode 2017–2018.

Kariernya terus menanjak. Reza kemudian dipercaya sebagai General Manager Beijing pada 2018–2019, sebelum menduduki posisi Vice President Sales & Distribution pada 2019–2020.

Pengalaman tersebut membuat Reza memiliki rekam jejak yang cukup kuat di bidang komersial Garuda. Setelah periode tersebut, ia melanjutkan karier di luar Garuda dan dipercaya menjadi Direktur Komersial PT Gapura Angkasa pada 2024–2025.

Tak lama berselang, Reza kembali ke lingkungan Garuda Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025, ia diangkat menjadi Direktur Niaga, menggantikan Ade R. Susardi.

Artinya, masa jabatan Reza sebagai Direktur Niaga belum genap dua tahun ketika keputusan pemberhentian sementara tersebut diumumkan.

Garuda Siapkan Pelaksana Tugas

Untuk mengisi kekosongan posisi tersebut, Dewan Komisaris Garuda Indonesia akan menunjuk salah satu anggota direksi lainnya sebagai pelaksana tugas Direktur Niaga.

“Adapun lebih lanjut Dewan Komisaris akan menetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai dengan ketentuan internal yang berlaku di Perseroan,” kata Andreas.

Garuda Indonesia juga telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai informasi atau fakta material.

Laporan tersebut tertanggal 12 Agustus 2026 dengan nomor GARUDA/JKTDS/E/20106/2026.

Keputusan mendadak ini menambah sorotan terhadap Garuda Indonesia yang masih berupaya memperkuat kinerja bisnis dan keuangannya. Sebelumnya, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada awal 2026, sementara kerugian mulai menyusut.

Namun, di tengah upaya pemulihan tersebut, perubahan di jajaran direksi—terutama pada posisi yang berkaitan langsung dengan bisnis komersial—berpotensi menjadi perhatian investor.

Garuda sendiri menegaskan aktivitas operasional tetap berjalan normal. Meski begitu, pasar kini akan mencermati siapa yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Direktur Niaga dan bagaimana perubahan tersebut akan memengaruhi strategi komersial maskapai ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Apa dengan Garuda Indonesia, Reza Aulia Diberhentikan Sementara dari Direksi

Ada Apa dengan Garuda Indonesia, Reza Aulia Diberhentikan Sementara dari Direksi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:55 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×