- Reza Aulia Hakim diberhentikan sementara sebagai Direktur Niaga GIAA mulai 14 Agustus 2026.
- Reza berpengalaman di Garuda sejak 2016 dan baru menjadi Direktur Niaga pada 2025.
- Garuda menjamin operasional normal dan siapkan pelaksana tugas Direktur Niaga.
Suara.com - Kabar kurang sedap kembali datang dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Maskapai penerbangan nasional itu memberhentikan sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim mulai 14 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diumumkan Garuda Indonesia melalui keterbukaan informasi kepada publik pada Kamis (13/8). Dewan Komisaris perseroan menetapkan pemberhentian sementara Reza dari jabatannya sebagai Direktur Niaga.
“Dewan Komisaris Perseroan menetapkan pemberhentian sementara Sdr. Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan sejak tanggal 14 Agustus 2026,” jelas manajemen Garuda Indonesia.
Langkah tersebut menjadi sorotan karena posisi Direktur Niaga merupakan salah satu jabatan strategis di tubuh maskapai. Direktur Niaga memiliki peran penting dalam mengelola sisi komersial, penjualan, distribusi, hingga optimalisasi pendapatan penerbangan.
Meski demikian, Garuda memastikan pergantian sementara tersebut tidak mengganggu aktivitas operasional perusahaan.
“Perseroan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan dengan normal,” tulis Vice President GIAA Andreas Tumpal H. Hutapea.
Bukan Orang Baru di Garuda
Reza Aulia Hakim bukan nama baru di lingkungan Garuda Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1984 tersebut memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di industri penerbangan, khususnya pada bidang komersial dan manajemen pendapatan.
Reza menempuh pendidikan S1 Sistem Informasi di Universitas Gunadarma. Kariernya di Garuda Indonesia dimulai sejak 2016.
Pada periode 2016–2017, Reza dipercaya sebagai Senior Manager Revenue Planning & Development. Setahun kemudian, ia naik menjadi Vice President Revenue Management untuk periode 2017–2018.
Kariernya terus menanjak. Reza kemudian dipercaya sebagai General Manager Beijing pada 2018–2019, sebelum menduduki posisi Vice President Sales & Distribution pada 2019–2020.
Pengalaman tersebut membuat Reza memiliki rekam jejak yang cukup kuat di bidang komersial Garuda. Setelah periode tersebut, ia melanjutkan karier di luar Garuda dan dipercaya menjadi Direktur Komersial PT Gapura Angkasa pada 2024–2025.
Tak lama berselang, Reza kembali ke lingkungan Garuda Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025, ia diangkat menjadi Direktur Niaga, menggantikan Ade R. Susardi.
Artinya, masa jabatan Reza sebagai Direktur Niaga belum genap dua tahun ketika keputusan pemberhentian sementara tersebut diumumkan.
Garuda Siapkan Pelaksana Tugas
Untuk mengisi kekosongan posisi tersebut, Dewan Komisaris Garuda Indonesia akan menunjuk salah satu anggota direksi lainnya sebagai pelaksana tugas Direktur Niaga.
“Adapun lebih lanjut Dewan Komisaris akan menetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai dengan ketentuan internal yang berlaku di Perseroan,” kata Andreas.
Garuda Indonesia juga telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai informasi atau fakta material.
Laporan tersebut tertanggal 12 Agustus 2026 dengan nomor GARUDA/JKTDS/E/20106/2026.
Keputusan mendadak ini menambah sorotan terhadap Garuda Indonesia yang masih berupaya memperkuat kinerja bisnis dan keuangannya. Sebelumnya, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada awal 2026, sementara kerugian mulai menyusut.
Namun, di tengah upaya pemulihan tersebut, perubahan di jajaran direksi—terutama pada posisi yang berkaitan langsung dengan bisnis komersial—berpotensi menjadi perhatian investor.
Garuda sendiri menegaskan aktivitas operasional tetap berjalan normal. Meski begitu, pasar kini akan mencermati siapa yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Direktur Niaga dan bagaimana perubahan tersebut akan memengaruhi strategi komersial maskapai ke depan.