Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Dana Norwegia US$2,4 triliun terancam koreksi saham AI.
  • Stress test menunjukkan kerugian bisa mencapai 18% atau Rp8.100 triliun.
  • Ledakan investasi AI menjadi risiko baru bagi kekayaan Norwegia.
 
 

"Dana minyak Norwegia mengikuti strategi indeks global yang sangat pasif dan terdiversifikasi secara luas," kata Thorburn.

Ia menambahkan, strategi tersebut "menghilangkan banyak ketidakpastian yang muncul dari pemilihan saham individual", tetapi membuat pengelola GPFG "hampir tidak memiliki ruang untuk menyimpang dari indeks atau melakukan lindung nilai secara aktif."

Mandat pemerintah juga membatasi kemampuan GPFG untuk mengambil posisi perlindungan dalam jumlah besar, termasuk menimbun kas ketika pasar dinilai terlalu mahal.

Thorburn mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pasar secara kolektif telah mencerminkan informasi yang tersedia.

"Jika Anda mulai bertaruh melawan pasar, Anda bisa benar 50% dari waktu, tetapi juga bisa salah 50% dari waktu," ujarnya.

"Jadi, pemerintah dengan bijak memutuskan bahwa kami tidak akan melakukannya," lanjut Thorburn.

Spesialis sovereign wealth fund Javier Capape menilai posisi Norwegia relatif sangat terekspos terhadap gejolak pasar karena sekitar 70% portofolionya berupa saham dan 30% obligasi.

Meski demikian, ia menilai GPFG tetap memiliki instrumen untuk mengurangi risiko.

"Saya tidak akan mengatakan Norwegia benar-benar tidak melakukan strategi lindung nilai," kata Capape.

baca juga

Menurutnya, Norges Bank Investment Management juga menggunakan derivatif valuta asing, suku bunga, dan ekuitas untuk memberikan perlindungan terhadap gejolak pasar.

Strategi tersebut berbeda dengan Berkshire Hathaway. Perusahaan investasi yang sebelumnya dipimpin Warren Buffett tersebut memiliki sekitar US$365 miliar atau Rp6.520 triliun dalam bentuk kas dan surat utang pemerintah AS berjangka pendek.

GPFG memiliki keunggulan lain karena Norwegia masih mendapatkan aliran pendapatan dari minyak dan gas Laut Utara. Pada 2026, pendapatan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar €63 miliar atau Rp1,2 kuadriliun.

Risiko investasi juga tidak hanya berasal dari saham AI. Sovereign wealth fund yang lebih banyak berinvestasi di aset alternatif menghadapi tantangan lain.

Sejumlah dana private equity bahkan sempat membatasi penarikan dana investor akibat tekanan likuiditas. Sementara itu, real estat komersial masih menghadapi tekanan setelah pandemi, terutama sektor perkantoran.

Secara global, investasi alternatif kini mencakup sekitar 24% portofolio sovereign wealth fund. Total aset yang dikelola dana-dana kekayaan negara dunia telah menembus lebih dari US$15 triliun atau sekitar Rp267,8 kuadriliun, meningkat tajam dibandingkan sekitar US$3-4 triliun pada masa krisis keuangan 2008/2009.

Megginson menilai sovereign wealth fund kini telah menjadi salah satu sumber modal investasi terbesar di dunia.

"Mereka menjadi sumber modal investasi global yang paling penting, baik untuk dana private equity maupun investasi langsung pada perusahaan publik," kata Megginson.

Kekhawatiran terhadap gelembung AI menjadi semakin relevan setelah saham-saham teknologi kembali mencatat penguatan setelah mengalami tekanan pada Juni dan Juli.

Nvidia, Amazon, dan Microsoft bahkan kembali mencatat kenaikan dua digit dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis memperkirakan saham AI masih berpotensi mencetak rekor baru hingga akhir 2026.

Namun, risiko terbesar justru muncul jika ekspektasi tersebut berbalik secara tiba-tiba.

Capape mengungkapkan bahwa dalam stress test yang dilakukan Norges Bank Investment Management, skenario koreksi saham AI dapat memangkas nilai keseluruhan dana sekitar 18%.

Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, sekitar €432 miliar atau setara Rp8,1 kuadriliun berpotensi menguap dari nilai GPFG.

Nilai kerugian tersebut bahkan setara dengan hampir tujuh tahun pendapatan energi Norwegia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket

IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah

Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×