Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Dana Norwegia US$2,4 triliun terancam koreksi saham AI.
  • Stress test menunjukkan kerugian bisa mencapai 18% atau Rp8.100 triliun.
  • Ledakan investasi AI menjadi risiko baru bagi kekayaan Norwegia.
 
 

Suara.com - Demam investasi kecerdasan buatan (AI) yang mendorong lonjakan saham teknologi mulai memunculkan kekhawatiran serius. Peringatan bahkan datang dari pengelola dana kekayaan negara terbesar di dunia, Government Pension Fund Global (GPFG) Norwegia.

CEO GPFG Nicolai Tangen memperingatkan bahwa koreksi tajam di pasar saham yang dipicu oleh valuasi perusahaan AI dapat menimbulkan kerugian besar bagi portofolio dana tersebut.

Melansir DW.com, Rabu (19/8/2026), Tangen menyebut skenario ekstrem berupa keruntuhan pasar bukan sesuatu yang sepenuhnya mustahil. GPFG saat ini memiliki aset sekitar US$2,4 triliun atau sekitar Rp42,9 kuadriliun.

"Kerugian besar terhadap portofolio kami bukan sesuatu yang sepenuhnya mustahil," kata Tangen.

GPFG dibentuk untuk menginvestasikan pendapatan minyak dan gas Norwegia ke berbagai aset global. Kinerja dana tersebut mencatat hasil luar biasa pada paruh pertama 2026 dengan keuntungan mencapai 1.753 miliar kroner Norwegia atau sekitar Rp3,3 kuadriliun.

Namun, di balik keuntungan tersebut terdapat risiko yang semakin besar. Lonjakan saham perusahaan chip dan teknologi yang berkaitan dengan AI telah ikut mengerek nilai investasi GPFG ke level tinggi.

Tangen menilai koreksi besar pada saham-saham AI berpotensi menghapus sebagian kekayaan yang telah dibangun Norwegia selama tiga dekade.

Kekhawatiran tersebut muncul ketika perusahaan teknologi raksasa dunia berlomba menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis untuk membangun ekosistem AI. Investasi global untuk chip, pusat data, jaringan, hingga infrastruktur energi diperkirakan menembus lebih dari US$1 triliun atau sekitar Rp17,9 kuadriliun.

Profesor keuangan University of Oklahoma Bill Megginson mengatakan kekhawatiran terhadap valuasi saham memang semakin besar. Namun, banyak pengelola dana tetap mempertahankan investasinya karena belum terlihat tanda-tanda kuat bahwa investasi besar-besaran pada AI mulai rapuh.

baca juga

"Tidak banyak pengelola dana yang bersedia mengambil keuntungan sekarang, ketika pembangunan teknologi yang begitu fundamental, didorong oleh tingkat belanja modal yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya, sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda kerapuhan," ujar Megginson kepada DW.

Menurutnya, para investor berada dalam posisi sulit. Keluar terlalu cepat dari pasar dapat membuat mereka kehilangan potensi keuntungan apabila revolusi AI terus berlanjut.

Bank for International Settlements (BIS) sebelumnya telah memperingatkan bahwa euforia terhadap AI dapat berubah menjadi kejatuhan pasar apabila hasil investasi tidak mampu memenuhi ekspektasi investor.

Risiko tersebut semakin kompleks karena China juga terus mengembangkan model AI dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Bagi GPFG, persoalan pengelolaan risiko menjadi semakin rumit karena strategi investasinya sangat mengikuti indeks global. Berbeda dengan sejumlah sovereign wealth fund di Arab Saudi dan Singapura yang agresif masuk ke private equity, infrastruktur, dan real estat, Norwegia lebih banyak berinvestasi melalui saham dan obligasi yang mengikuti benchmark global.

Ketua riset keuangan Norwegian School of Economics Karin Thorburn mengatakan strategi tersebut memang memberikan keuntungan berupa diversifikasi yang luas. Namun, konsekuensinya adalah ruang bagi pengelola dana untuk keluar dari tren pasar menjadi terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket

IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah

Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:57 WIB

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September

Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital

Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!

Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:40 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri

Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:36 WIB

Ramalan Keberuntungan Shio Tikus 19 Agustus 2026, Ada Peluang Rezeki di Tengah Tantangan

Ramalan Keberuntungan Shio Tikus 19 Agustus 2026, Ada Peluang Rezeki di Tengah Tantangan

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:30 WIB

7 Cara Mengatasi Kulit Wajah yang Makin Tipis dan Sensitif di Usia 40

7 Cara Mengatasi Kulit Wajah yang Makin Tipis dan Sensitif di Usia 40

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:29 WIB

×