- Investor asing mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia pada Rabu, 18 Agustus 2026.
- Akumulasi aksi jual bersih asing tersebut mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan melemah ke level 6.394.
- PT Timah Tbk mencatat pembelian bersih tertinggi, sedangkan PT Indosat Tbk mengalami penjualan bersih terbesar.
Suara.com - Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell di pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu, 18 Agustus 2026.
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, investor asing membukukan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp488,49 miliar. Dengan demikian, akumulasi net foreign sell sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD) mencapai Rp98,13 triliun.
Aksi jual asing terjadi di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di zona merah.
Dari lima saham yang paling banyak dibeli bersih asing, PT Timah Tbk (TINS) menempati posisi teratas dengan nilai net foreign buy Rp158,86 miliar.
![Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/48485-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat net foreign buy Rp57,36 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp48,25 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp23,99 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp13,12 miliar.
Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah PT Indosat Tbk (ISAT) dengan net foreign sell Rp73,17 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan net foreign sell Rp52,50 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp49,01 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp47,49 miliar, serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp42,11 miliar.
Berikut daftar saham-saham yang banyak dibeli dan dijual asing hari ini:
Saham Net Foreign Buy
- TINS — Rp158,86 miliar
- DSSA — Rp57,36 miliar
- BBCA — Rp48,25 miliar
- BULL — Rp23,99 miliar
- TLKM — Rp13,12 miliar
Saham Net Foreign Sell
- ISAT — Rp73,17 miliar
- ANTM — Rp52,50 miliar
- AADI — Rp49,01 miliar
- BUMI — Rp47,49 miliar
- INET — Rp42,11 miliar
IHSG Tertekan
Sejalan dengan aksi jual asing, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu. Mengacu pada data Phillip Sekuritas Indonesia, IHSG turun 55,705 poin atau 0,86 persen ke level 6.394.
Sepanjang perdagangan, volume transaksi mencapai 36,01 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,28 triliun. Sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp11.269 triliun.
Tekanan pasar juga terlihat dari jumlah saham yang melemah. Sebanyak 363 saham tercatat turun, sementara 238 saham menguat.
Tiga sektor menjadi penekan utama IHSG. Sektor basic materials merosot 8,502 poin, disusul sektor consumer non-cyclicals yang turun 4,171 poin dan sektor consumer cyclicals yang melemah 2,618 poin.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan. MGLV menjadi saham dengan penguatan terbesar, yakni 10.950 atau naik 550 poin setara 5,29 persen.
ARKO menyusul dengan kenaikan 500 poin atau 9,62 persen menjadi 5.700. Kemudian UNTR naik 250 poin atau 1,07 persen menjadi 23.575, ITMG menguat 250 poin atau 1,01 persen menjadi 25.000, serta ITMA melonjak 210 poin atau 15,79 persen menjadi 1.540.
Sebaliknya, BYAN menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni turun 1.625 poin atau 9,41 persen menjadi 15.650.
PGUN terkoreksi 675 poin atau 7,36 persen menjadi 8.500, TCPI turun 360 poin atau 11,76 persen menjadi 2.700, SONA melemah 290 poin atau 9,73 persen menjadi 2.690, dan RATU turun 270 poin atau 6,11 persen menjadi 4.160.