Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan
Ilustrasi industri semikonduktor. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Jerman tawarkan teknologi baterai EV untuk mendukung industri Indonesia.
  • RI-Jerman bahas rantai pasok semikonduktor dan proyek energi terbarukan.
  • Lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat penjajakan kerja sama ekonomi di sejumlah sektor strategis. Mulai dari penguatan rantai pasok semikonduktor, pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga pendidikan vokasi masuk dalam pembahasan kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluang kerja sama tersebut dibahas saat menerima Federal Minister for Economic Cooperation and Development Jerman Reem Alabali-Radovan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mengatakan Indonesia menyambut delegasi Jerman untuk mendorong sejumlah pipeline proyek, khususnya di sektor energi terbarukan dan industri strategis.

"Indonesia menyambut delegasi ini untuk mendorong beberapa pipeline dan proyek di sektor renewable dan juga tentu bagi Indonesia rantai pasok terkait dengan semiconduktor juga hal yang penting dan ini dibicarakan," kata Airlangga.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Jerman disebut menawarkan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung pengembangan industri tersebut di Indonesia.

"Ya, Jerman menawarkan teknologi yang mereka punyai, tapi tentu masih ada pembicaraan detail," ujar Airlangga.

Kerja sama ini berpotensi memperkuat industri kendaraan listrik nasional, terutama melalui transfer teknologi dan pengembangan kapasitas manufaktur di dalam negeri. Namun, pemerintah masih melakukan pembahasan lebih lanjut terkait bentuk kerja sama tersebut.

Di sektor semikonduktor, hubungan industri kedua negara juga telah memiliki pijakan. Airlangga menyebut perusahaan asal Jerman, Infineon, telah beroperasi di Batam.

"Kalau tadi semikonduktor, Jerman yang sudah beroperasi di Indonesia, Infineon, di Batam," jelasnya.

baca juga

Menurut Airlangga, keberadaan perusahaan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor Indonesia.

Kerja sama Indonesia dan Jerman juga diarahkan ke sektor energi terbarukan. Jerman dinilai memiliki keunggulan dalam riset terapan, precision manufacturing, serta penerapan standar industri yang dapat mendukung agenda transformasi energi Indonesia.

Airlangga mengatakan peluang tersebut semakin besar seiring arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan industri berbasis tenaga surya dengan kapasitas sekitar 100 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun.

"Jadi artinya mereka membutuhkan banyak teknologi, banyak barang modal, dan ini terbuka untuk partisipasi Jerman," tuturnya.

Pemerintah juga mendorong program dedieselisasi, yakni mengganti pembangkit listrik berbasis diesel di sejumlah pulau kecil dengan pembangkit tenaga surya.

Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi perusahaan Jerman untuk memasok teknologi, peralatan, hingga barang modal yang dibutuhkan dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.

Selain teknologi, pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan utama untuk mempercepat proyek energi hijau. Indonesia pun membidik dukungan dari KfW, bank pembangunan milik Jerman.

Airlangga mengatakan Indonesia sebelumnya telah memiliki pengalaman bekerja sama dengan KfW. Lembaga tersebut dapat memberikan pembiayaan, khususnya untuk kebutuhan barang modal di sektor swasta.

"Dan untuk pembiayaan, Indonesia sudah memiliki pengalaman dengan KfW. Biasanya untuk sektor swasta KfW dapat memberikan pembiayaan untuk barang modal. Jadi saya kira ini sesuatu yang dibutuhkan oleh pelaku usaha Indonesia," ucapnya.

Jika terealisasi, kombinasi teknologi dan pembiayaan tersebut dapat menjadi katalis bagi percepatan investasi energi terbarukan di Indonesia.

Hubungan ekonomi kedua negara juga telah ditopang oleh kehadiran investor Jerman di Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari 250 perusahaan Jerman yang telah menjalankan bisnis dan beroperasi di Indonesia.

Nilai investasi Jerman secara kumulatif sejak 2021 hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar US$1,23 miliar.

Selain investasi, Indonesia dan Jerman juga membahas penguatan pendidikan vokasi. Jerman dikenal memiliki keunggulan dalam sistem pendidikan vokasi dan selama ini telah menjadi salah satu mitra Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Data Center Naik 5 Kali Lipat, RI Masuk Fase Baru Ekonomi Digital

Investasi Data Center Naik 5 Kali Lipat, RI Masuk Fase Baru Ekonomi Digital

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Harga Semakin Mahal, Investasi Emas Kini Tak Perlu Tunggu Modal Besar

Harga Semakin Mahal, Investasi Emas Kini Tak Perlu Tunggu Modal Besar

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Persaingan Investasi Toyota Memanas Thailand Rombak Aturan Pajak Demi Bendung Indonesia

Persaingan Investasi Toyota Memanas Thailand Rombak Aturan Pajak Demi Bendung Indonesia

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×