Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Dicky Prastya

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB
Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses produksi Motor Listrik Nasional (MoLiNas) di ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). [Muchlis Jr - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, pada Agustus 2026.
  • Program Molinas menargetkan pengoperasian 11 juta unit kendaraan untuk menghemat subsidi bahan bakar minyak senilai Rp82,2 triliun.
  • Pemerintah memberikan berbagai kemudahan pembelian seperti cicilan ringan, penghapusan uang muka, dan skema tukar tambah motor bensin.

Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa pengalihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas) berperan strategis dalam menekan beban keuangan negara.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman menjelaskan bahwa proyek Molinas bisa memberikan penghematan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 82,2 triliun. Angka ini diperoleh dari asumsi 11 juta unit kendaraan listrik yang beroperasi selama 2027-2037.

"Penghematan subsidi BBM, asumsi 11 juta unit beroperasi di 2037 Rp 82,2 triliun," katanya dalam diskusi yang digelar di Jakarta, dikutip Jumat (21/8/2026).

Efisiensi biaya operasional tersebut lahir dari konsumsi listrik yang jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan BBM eceran maupun subsidi pada motor konvensional.

Menurutnya, penurunan konsumsi BBM jenis BBM/PBBKB ini menjadi kunci krusial pemerintah untuk menekan alokasi subsidi energi dan kompensasi BBM yang selama ini membebani APBN.

Atong menambahkan bahwa percepatan transisi energi ke sektor kendaraan listrik ini juga selaras dengan komitmen iklim global Indonesia.

"Ada hal yang mendasar juga. Kenapa kalau kita tadi yang shorter, kita lebih pendek 10 tahun, bahwa asal-muasalnya yaitu kita bicara Paris Agreement, adanya kewajiban negara untuk mengurangi emisi. Sehingga Indonesia kenapa kok lebih cepat? Karena kita komit saat itu," jelasnya.

Melalui potensi permintaan motor listrik yang diproyeksikan menembus 1,5 juta unit pada tahun 2028, Pemerintah optimistis penurunan konsumsi BBM fosil secara masif dari jutaan unit kendaraan bermotor akan berimbas langsung pada efisiensi anggaran negara dan penyehatan neraca perdagangan nasional.

Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional atau Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Dalam peresmian itu Prabowo berjanji akan memberikan kemudahan untuk konsumen yang membeli motor listrik nasional dalam rupa cicilan ringan hingga program tukar tambah dengan motor bensin.

baca juga

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung,” kata Presiden Prabowo saat acara peluncuran dan peresmian Molinas.

Dalam kesempatan yang sama Prabowo mengatakan akan memberikan sejumlah kemudahan bagi konsumen untuk pembelian motor listrik.

"Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP, jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin ya rasain sendiri," ujar Presiden.

Tidak hanya itu terdapat potensi skema penukaran motor yang menggunakan bensin dengan motor listrik, untuk mendukung perluasan penggunaan.

"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin. Jadi nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa bisa tukar tambah," kata Prabowo menambahkan.

Dia menyoroti bahwa penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran sampai dengan 50 persen, jika dibandingkan dengan motor bensin. Tidak hanya itu, penghematan harian bahkan bisa mencapai 70 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah

Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Capek Antre Pertalite? Ini 4 Motor Listrik Uwinfly Termurah untuk Mobilitas Harian Anda

Capek Antre Pertalite? Ini 4 Motor Listrik Uwinfly Termurah untuk Mobilitas Harian Anda

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:58 WIB

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Ilusi Desil DTSEN, Pakar Soroti Risiko Data Keliru yang Bisa Rampas Hak Subsidi Rakyat

Ilusi Desil DTSEN, Pakar Soroti Risiko Data Keliru yang Bisa Rampas Hak Subsidi Rakyat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Terkini

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:34 WIB

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah

Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:24 WIB

×