Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Dicky Prastya

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB
Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses produksi Motor Listrik Nasional (MoLiNas) di ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). [Muchlis Jr - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, pada Agustus 2026.
  • Program Molinas menargetkan pengoperasian 11 juta unit kendaraan untuk menghemat subsidi bahan bakar minyak senilai Rp82,2 triliun.
  • Pemerintah memberikan berbagai kemudahan pembelian seperti cicilan ringan, penghapusan uang muka, dan skema tukar tambah motor bensin.

Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa pengalihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas) berperan strategis dalam menekan beban keuangan negara.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman menjelaskan bahwa proyek Molinas bisa memberikan penghematan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 82,2 triliun. Angka ini diperoleh dari asumsi 11 juta unit kendaraan listrik yang beroperasi selama 2027-2037.

"Penghematan subsidi BBM, asumsi 11 juta unit beroperasi di 2037 Rp 82,2 triliun," katanya dalam diskusi yang digelar di Jakarta, dikutip Jumat (21/8/2026).

Efisiensi biaya operasional tersebut lahir dari konsumsi listrik yang jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan BBM eceran maupun subsidi pada motor konvensional.

Menurutnya, penurunan konsumsi BBM jenis BBM/PBBKB ini menjadi kunci krusial pemerintah untuk menekan alokasi subsidi energi dan kompensasi BBM yang selama ini membebani APBN.

Atong menambahkan bahwa percepatan transisi energi ke sektor kendaraan listrik ini juga selaras dengan komitmen iklim global Indonesia.

"Ada hal yang mendasar juga. Kenapa kalau kita tadi yang shorter, kita lebih pendek 10 tahun, bahwa asal-muasalnya yaitu kita bicara Paris Agreement, adanya kewajiban negara untuk mengurangi emisi. Sehingga Indonesia kenapa kok lebih cepat? Karena kita komit saat itu," jelasnya.

Melalui potensi permintaan motor listrik yang diproyeksikan menembus 1,5 juta unit pada tahun 2028, Pemerintah optimistis penurunan konsumsi BBM fosil secara masif dari jutaan unit kendaraan bermotor akan berimbas langsung pada efisiensi anggaran negara dan penyehatan neraca perdagangan nasional.

Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional atau Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Dalam peresmian itu Prabowo berjanji akan memberikan kemudahan untuk konsumen yang membeli motor listrik nasional dalam rupa cicilan ringan hingga program tukar tambah dengan motor bensin.

baca juga

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung,” kata Presiden Prabowo saat acara peluncuran dan peresmian Molinas.

Dalam kesempatan yang sama Prabowo mengatakan akan memberikan sejumlah kemudahan bagi konsumen untuk pembelian motor listrik.

"Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP, jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin ya rasain sendiri," ujar Presiden.

Tidak hanya itu terdapat potensi skema penukaran motor yang menggunakan bensin dengan motor listrik, untuk mendukung perluasan penggunaan.

"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin. Jadi nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa bisa tukar tambah," kata Prabowo menambahkan.

Dia menyoroti bahwa penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran sampai dengan 50 persen, jika dibandingkan dengan motor bensin. Tidak hanya itu, penghematan harian bahkan bisa mencapai 70 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah

Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Capek Antre Pertalite? Ini 4 Motor Listrik Uwinfly Termurah untuk Mobilitas Harian Anda

Capek Antre Pertalite? Ini 4 Motor Listrik Uwinfly Termurah untuk Mobilitas Harian Anda

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:58 WIB

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Ilusi Desil DTSEN, Pakar Soroti Risiko Data Keliru yang Bisa Rampas Hak Subsidi Rakyat

Ilusi Desil DTSEN, Pakar Soroti Risiko Data Keliru yang Bisa Rampas Hak Subsidi Rakyat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×