Tak Cuma Cari Kerja, PMI Butuh Asuransi

Achmad Fauzi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:51 WIB
Tak Cuma Cari Kerja, PMI Butuh Asuransi
Ilustrasi PMI. [ANTARA Foto/Agus Setiawan]
baca 10 detik
  • Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan dan jaminan asuransi bagi pekerja migran harus dipastikan sejak sebelum hingga selama bekerja di luar negeri.
  • Pemerintah meminta BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan perusahaan asuransi profesional untuk memperkuat sistem perlindungan pekerja migran secara menyeluruh.
  • Peluang kerja besar di berbagai negara tujuan harus diiringi penguatan kerja sama antarpemerintah guna menjamin hak serta keselamatan pekerja.

Suara.com - Pemerintah menegaskan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak boleh berhenti ketika mereka berangkat ke negara tujuan. Jaminan keselamatan dan hak pekerja harus dipastikan sejak sebelum keberangkatan hingga selama bekerja di luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan perlindungan asuransi menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi PMI.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya mengejar peningkatan jumlah PMI yang bekerja di luar negeri. Di sisi lain, aspek perlindungan dan pemenuhan hak pekerja juga harus diperkuat.

"Perlindungan asuransi merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar bagi pekerja migran yang bekerja di luar negeri. Karena itu, sistem perlindungan yang ada harus mampu memastikan seluruh hak dan risiko pekerja terlindungi, baik sebelum keberangkatan maupun selama berada di negara penempatan," ujarnya sepeti dikutip, Kamis (27/8/2026).

Sejumlah calon TKI saat diedukasi soal keuangan oleh BRI. [Dok BRI]
Ilustrasi PMI.

Muhaimin meminta perlindungan asuransi bagi PMI diperkuat secara menyeluruh. Salah satunya melalui kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan perusahaan asuransi profesional di dalam maupun luar negeri.

"Asuransi para pekerja ini harus kita pastikan menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi secepat-cepatnya," ucap Menko Muhaimin.

Ia mengatakan BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan sosial bagi pekerja perlu memperkuat kerja sama dengan perusahaan asuransi profesional apabila terdapat aspek perlindungan yang belum dapat dijangkau secara optimal oleh skema yang ada.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar PMI mendapatkan perlindungan yang lebih utuh sesuai karakteristik risiko dan kebutuhan mereka selama bekerja di luar negeri.

"Kalau sistem asuransi BPJS Ketenagakerjaan adalah asuransi sosial, maka bagaimana caranya agar kita bisa berkolaborasi secara menyeluruh agar perlindungan pekerja secara profesional itu terwadahi," kata Muhaimin.

baca juga

Ia mencontohkan pembahasan mengenai perlindungan pekerja migran yang juga dilakukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Jepang.

"Kemarin saya ke Jepang juga membahas membicarakan ini. Tolong segera ditindaklanjuti dengan berbagai kolaborasi asuransi-asuransi sehingga mereka semua mendapatkan perlindungan yang tepat," sambungnya.

Pemerintah juga menilai perlindungan PMI harus berjalan beriringan dengan upaya memperluas kesempatan kerja di luar negeri.

Sejumlah negara seperti Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura dinilai memiliki peluang kerja yang besar bagi PMI. Namun, peluang tersebut harus disertai kepastian perlindungan dan pemenuhan hak pekerja.

Karena itu, kerja sama antarpemerintah atau Government to Government (G2G) dengan negara tujuan penempatan juga perlu terus diperkuat.

Pemerintah ingin memastikan PMI tidak hanya mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi juga memiliki kepastian mengenai hak, jaminan sosial, dan perlindungan ketika menghadapi risiko selama berada di negara penempatan.

Muhaimin menegaskan perlindungan pekerja migran harus dibangun sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Pemerintah tidak ingin urusan PMI hanya berhenti pada proses perekrutan dan keberangkatan.

"Ini pekerjaan mendesak. Asuransi para pekerja ini harus kita pastikan menjadi kebutuhan yang terpenuhi secepat-cepatnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN

Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB

BRI Hadirkan Tali Kasih Bagi PMI yang Berjuang Jauh Dari Keluarga

BRI Hadirkan Tali Kasih Bagi PMI yang Berjuang Jauh Dari Keluarga

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:29 WIB

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×