- OJK dan pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat budaya menabung bagi generasi muda demi kemandirian finansial.
- Program Satu Rekening Satu Pelajar diluncurkan untuk mendongkrak literasi keuangan pelajar yang masih di bawah rata-rata nasional.
- Upaya ini ditargetkan mendukung pencapaian inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada tahun 2045.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terus memperkuat budaya menabung.
Salah satunya, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda untuk terbiasa menabung sejak dini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, budaya menabung perlu dibangun sejak dini sebagai bagian dari upaya membentuk kemandirian finansial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini," ujar Friderica dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Menurut Friderica, secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Namun, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah tingkat nasional sehingga diperlukan penguatan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
OJK bersama kementerian/lembaga terkait juga berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan anak-anak di Indonesia. Upaya tersebut sekaligus mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang menjadi bagian dari kampanye berkelanjutan untuk memperkuat budaya menabung sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono juga menyoroti pentingnya kebiasaan menabung dalam pembentukan karakter generasi muda.
Dicky mengatakan, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga dapat membentuk sikap disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.
- BCIC Terus Genjot Pembiayaan Hijau
Baca Juga
"Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital," pungkas Dicky.