Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB
Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis
Ilustrasi proyek milik Pantai Indah Kapuk 2. (Dok: PIK 2)
baca 10 detik
  • Status PSN PIK2 dicabut, bisnis properti tetap harus berjalan.
  • Konsumen kini lebih sensitif terhadap ekonomi dan sentimen pasar.
  • PANI harus mengejar Rp2,4 triliun penjualan semester II 2026.

Suara.com - Hilangnya status Proyek Strategis Nasional (PSN) dari kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) menjadi tantangan tersendiri bagi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Emiten properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan ini pun secara blak-blakan mengungkapkan kondisi bisnis perseroan saat ini. Dalam sesi tanya jawab acara Surabaya Investor Meeting & Connectivity 2026 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu, perseroan menegaskan pencabutan status tersebut tidak secara langsung menghambat penjualan, kondisi ekonomi dan sentimen pasar justru menjadi faktor yang semakin menentukan minat pembelian properti.

Manajemen PANI mengakui keputusan konsumen, terutama segmen menengah atas, saat ini lebih sensitif terhadap perkembangan makroekonomi dan geopolitik. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga emas, hingga kondisi ekonomi secara keseluruhan dapat memengaruhi waktu konsumen dalam merealisasikan pembelian properti.

"Secara umum, segmen pelanggan kami memiliki kemampuan finansial dan minat untuk melakukan ekspansi maupun penambahan aset properti, namun waktu realisasi pembelian umumnya akan dipengaruhi oleh perkembangan kondisi ekonomi dan sentimen pasar," tulis manajemen PANI dalam keterbukaan informasinya dikutip, Senin (5/10/2026).

Menurut manajemen pencabutan status PSN bukan satu-satunya persoalan yang perlu dihadapi PIK 2. Perseroan kini harus mengejar target marketing sales di tengah konsumen yang cenderung lebih berhati-hati dalam mengeluarkan dana untuk aset bernilai besar.

PANI menargetkan marketing sales sebesar Rp4,3 triliun pada 2026. Target tersebut tergolong lebih normal dibandingkan lonjakan penjualan pada 2024 yang mencapai Rp6 triliun. Pada 2025, marketing sales PANI juga berada di level Rp4,3 triliun.

Hingga semester I 2026, PANI baru mengantongi marketing sales Rp1,9 triliun atau sekitar 45% dari target tahunan. Meski angka tersebut tumbuh 66% secara tahunan, perseroan masih harus mengejar sekitar Rp2,4 triliun penjualan pada paruh kedua tahun ini untuk memenuhi target Rp4,3 triliun.

Manajemen menjelaskan lonjakan penjualan hingga Rp6 triliun pada 2024 juga tidak semata-mata mencerminkan peningkatan permintaan. Pertumbuhan tersebut turut ditopang ekspansi kapasitas pengembangan setelah aksi Right Issue II pada 2023 memperbesar land bank perseroan dari sekitar 744 hektare menjadi lebih dari 1.600 hektare.

Artinya, capaian 2024 mendapat dorongan dari bertambahnya lahan yang dapat dikembangkan dan diluncurkan menjadi proyek baru. Setelah itu, kinerja penjualan kembali dinormalisasi dengan target Rp4,3 triliun.

baca juga

Di tengah kondisi tersebut, PANI berusaha meyakinkan investor bahwa bisnis PIK 2 tidak bergantung langsung pada status PSN. Perseroan menyebut seluruh masterplan pengembangan telah disusun berdasarkan rencana tata ruang dan peruntukan lahan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Pencabutan status PSN PIK2 sendiri dilakukan pemerintah melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa yang masuk dalam PSN berkaitan dengan program pariwisata, bukan pengembangan properti PIK 2 secara keseluruhan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan pencabutan tersebut tidak semestinya menghentikan investasi di kawasan PIK2.

PIK 2 tadinya masuk dalam daftar PSN di era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Lalu, resmi dihapus pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan target Rp4,3 triliun, PANI masih membutuhkan tambahan sekitar Rp2,4 triliun marketing sales pada semester II 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan konsumen yang semakin mempertimbangkan waktu pembelian, pencapaian target tersebut menjadi ujian berikutnya bagi pengembang PIK 2.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand Ludes Terjual

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand Ludes Terjual

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi

Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Investasi Rp3,3 Triliun, PLTS Akan Dibangun di 10 Lokasi Sulawesi Tengah

Investasi Rp3,3 Triliun, PLTS Akan Dibangun di 10 Lokasi Sulawesi Tengah

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:40 WIB

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik

Jakarta | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara

Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:39 WIB

BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Treatment Wajah Makin Hemat, BRI Kasih Cashback Perawatan di SOZO Clinic!

Treatment Wajah Makin Hemat, BRI Kasih Cashback Perawatan di SOZO Clinic!

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:35 WIB

×