- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 1,21 persen ke level 6.192 pada perdagangan 6 Oktober 2026.
- Kenaikan IHSG didorong oleh koreksi harga minyak dunia serta pemulihan ekspor dari wilayah Timur Tengah.
- Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji level 6.230 hingga 6.280.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona hijau hingga akhir perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. IHSG ditutup naik 74,06 poin atau 1,21 persen ke level 6.192.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, salah satu katalis positif yang menopang pergerakan IHSG berasal dari berlanjutnya koreksi harga minyak dan technical rebound.
Harga minyak Brent turun di bawah level 100 dolar AS per barel pada 6 Oktober 2026. Kondisi tersebut disinyalir terjadi karena ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mulai pulih mendekati level sebelum perang.
Melemahnya harga minyak menjadi sentimen positif bagi pasar karena berpotensi meredakan tekanan inflasi sekaligus mempersempit pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia untuk September 2026 yang akan dirilis pada Rabu (7/10/2026).
![Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/30/41067-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Sebelumnya, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026.
Dari sisi nilai tukar, rupiah dalam bahan Phintraco Sekuritas disebut menguat 0,12 persen ke level Rp17.892 per dolar AS.
Data perdagangan menunjukkan seluruh sektor saham berada di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa.
Sektor IDX Transportation menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,16 persen. Disusul IDX Technology yang naik 3,09 persen dan IDX Energy sebesar 2,67 persen.
- Senjakala Bisnis Hary Tanoe
Baca Juga
Penguatan juga tercermin pada sejumlah saham yang masuk dalam indeks LQ45 dan Jakarta Islamic Index (JII).
Pada kelompok LQ45, GOTO menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 6,90 persen ke Rp31. Kemudian AMMN naik 4,03 persen ke Rp1.550 dan INDY menguat 3,98 persen ke Rp3.400.
IHSG Berpeluang Uji 6.280
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG telah ditutup di atas level MA10.
Selain itu, histogram negatif MACD IHSG berlanjut menyempit. Sementara Stochastic RSI menguat di area pivot.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan berikutnya.
"Sehingga potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6,230-6,280 pada perdagangan Rabu (7/10)," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 6.192 menguat 74,067 poin atau +1,21 persen
- Pembukaan: 6.139
- Tertinggi: 6.216
- Terendah: 6.120
- Nilai transaksi: Rp12,02 triliun
- Volume transaksi: 45,95 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.807.423 kali
Top Value
- BBCA: Rp6.100, turun Rp75 atau 1,21 persen
- GOTO: Rp31, naik Rp5 atau 6,90 persen
- BUMI: Rp184, naik Rp6 atau 3,37 persen
Top Volume
- GOTO: Rp31, naik Rp5 atau 6,90 persen
- BUMI: Rp184, naik Rp6 atau 3,37 persen
- FORU: Rp124, turun Rp15 atau 10,79 persen
Top Gainers LQ45
- GOTO: Rp31, naik Rp5 atau 6,90 persen
- AMMN: Rp1.550, naik Rp60 atau 4,03 persen
- INDY: Rp3.400, naik Rp130 atau 3,98 persen
Top Losers LQ45
- BBCA: Rp6.100, turun Rp75 atau 1,21 persen
- HRTA: Rp2.190, turun Rp10 atau 0,45 persen
- TLKM: Rp2.280, turun Rp10 atau 0,44 persen
Top Gainers Jakarta Islamic Index
- DEWA: Rp364, naik Rp18 atau 5,20 persen
- ENRG: Rp1.080, naik Rp50 atau 4,85 persen
- PTBA: Rp3.400, naik Rp130 atau 3,98 persen
Top Losers Jakarta Islamic Index
- ARCI: Rp1.270, turun Rp15 atau 1,17 persen
- RATU: Rp4.210, turun Rp30 atau 0,71 persen
- TLKM: Rp2.280, turun Rp10 atau 0,44 persen
Sektor Saham
- IDX Transportation: +3,16 persen
- IDX Technology: +3,09 persen
- IDX Energy: +2,67 persen