- Pada Rabu (7/10/2026), harga Bitcoin terkonsolidasi di level US$85.550 akibat penurunan tipis sebesar 0,29 persen.
- Regulator AS mengajukan proposal aturan baru untuk memberikan kepastian hukum dan mempermudah masuknya institusi keuangan.
- Pelaku pasar menantikan rilis risalah FOMC dan konferensi TOKEN2049 Singapura yang berlangsung pada tanggal 7-8 Oktober 2026.
Suara.com - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) mencatatkan konsolidasi volatil pada perdagangan Rabu (7/10/2026) pukul 08.00 WIB di level US$85.550 atau setara Rp1,53 miliar.
Mengalami penurunan tipis sebesar 0,29 persen dalam 24 jam terakhir, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sempat menyentuh level tertinggi harian di kisaran US$86.450 sebelum bergerak pada rentang US$85.000 hingga US$86.600.
Tingkat dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) tercatat berada pada posisi 59,55 persen, sementara total nilai kapitalisasi pasar aset kripto global terkoreksi 0,40 persen menjadi US$2,89 triliun.
Sentimen pasar mendapat topangan dari pengajuan proposal regulasi terbaru oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat. Langkah ini menawarkan kepastian hukum melalui jalur kepatuhan yang terstruktur, menggantikan pendekatan penegakan hukum secara agresif.
Rancangan dari CFTC berfokus pada pembentukan kategori bursa federal baru untuk mengawasi transaksi aset berleveraj secara nasional sekaligus menerapkan kewajiban audit keamanan siber.
Sementara itu, proposal SEC menyediakan aturan Safe Harbor bagi proyek terdesentralisasi, kelonggaran pendanaan token, serta kejelasan legalitas kustodian untuk mempermudah masuknya institusi keuangan tradisional.
Di sektor komoditas energi, tekanan pasokan minyak dunia mulai mereda seiring normalnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi menjadi US$90 per barel pada Selasa (6/10/2026), sedangkan Brent bertahan di posisi US$100 per barel. Pemulihan kapasitas produksi Kuwait hingga 75 persen serta langkah Saudi Aramco memotong harga jual resmi ke Asia turut menekan gejolak harga energi.
Para pelaku pasar kini memfokuskan perhatian pada dua peristiwa utama:
- Rilis Risalah Rapat FOMC: Dijadwalkan terbit pada Kamis (8/10/2026) pukul 01.00 WIB untuk menilai arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS.
- Konferensi TOKEN2049 Singapura: Berlangsung pada 7–8 Oktober 2026, mempertemukan institusi keuangan global seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan Nasdaq untuk membahas perkembangan Institutional DeFi serta infrastruktur on-chain.
Proyeksi Pergerakan Bitcoin dan Ethereum
Berdasarkan analisis teknikal harian, harga Bitcoin diproyeksikan bergerak pada rentang US$84.500 hingga US$87.500 per koin. Sementara itu, Ethereum (ETH) diperkirakan bergerak pada kisaran US$2.650 hingga US$2.800 per koin menjelang rilis dokumen resmi dari Bank Sentral AS.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai perkembangan pasar komoditas digital dan indikator ekonomi global. Seluruh rincian pergerakan harga, data persentase, dan analisis statistik dikutip secara presisi dari rilis data pasar resmi dan tidak membentuk rekomendasi transaksi keuangan.