- Pengusaha Haji Isam melalui PT Jhonlin Barutama mengubah perjanjian pembelian saham PT Bayan Resources Tbk.
- Transaksi saham BYAN di pasar negosiasi tercatat mencapai total nilai fantastis sebesar Rp26,43 triliun.
- Low Tuck Kwong turut menjual sebagian sahamnya sehingga kepemilikannya berubah menjadi 40,15 persen.
Suara.com - Pengusaha kondang Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam tampaknya ingin menguasai kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).
Hal ini setelah adanya perubahan perjanjian pembelian saham dari pihak Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama.
Selain itu, pada pagi ini tiba-tiba terdapat transaksi jumbo di pasar negosiasi terhadap saham BYAN.
Mengutip data Stockbit, setidaknya ada tiga kali transaksi dalam transaksi tersebut, pertama 166.666 lembar saham di harga Rp2.588 senilai Rp43,1 miliar.
Kemudian, kedua sebanyak 50 juta lot saham di harga Rp2.588 senilai Rp12,9 triliun. Lalu ketiga, sebanyak 50,67 juta lot saham di harga Rp2.588 senilai Rp13,1 triliun. Secara total, transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp26,43 triliun.

Sementara, Low Tuck Kwong sendiri juga melakukan penjualan saham sebesar 33,3 juta lembar saham di harga Rp11.025 pada 6 Oktober 2026. Dengan penjualan itu, Low Tuck Kwong meraup dana Rp367,5 miliar.
Adapun, porsi kemilikan saham Low Tuck Kwong hanya berubah 0,10 persen dari 40,25 persen menjadi 40,15 persen.
Ubah Perjanjian Saham
BYAN melakukan perubahan atas Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement (CSPA) dengan PT Jhonlin Barutama. Perubahan tersebut mencakup jumlah saham BYAN yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Barutama.
Mengutip keterbukaan informa, perubahan dilakukan atas CSPA yang sebelumnya ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Barutama pada 16 September 2026.
Semula, jumlah saham biasa BYAN yang akan dialihkan kepada pembeli sebanyak 10.000.000.500 saham. Setelah dilakukan perubahan perjanjian, jumlah saham yang akan dialihkan menjadi 10.084.088.370 saham.
Artinya, terdapat penambahan 84.087.870 saham dalam jumlah saham yang tercantum dalam perjanjian jual beli tersebut.
Bayan Resources menyebut pelaksanaan dan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.
Setelah transaksi selesai dan seluruh kondisi pendahuluan terpenuhi, PT Jhonlin Barutama akan memiliki sebanyak 10.084.088.370 saham BYAN.
Bayan Resources juga menyatakan perubahan tersebut tidak memberikan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.