Masyarakat Makin Gemar Beli Emas Digital, Transaksi Melonjak 641,1 Persen

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:18 WIB
Masyarakat Makin Gemar Beli Emas Digital, Transaksi Melonjak 641,1 Persen
Ilustrasi investasi emas digital. (Tim Desain Suara.com)
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan lonjakan transaksi pasar emas digital sebesar 641,1 persen pada Januari hingga Agustus 2026 di Jakarta.
  • Nilai transaksi pasar fisik emas digital tersebut mencapai Rp299,5 triliun dan didukung oleh pertumbuhan volume industri PBK secara keseluruhan.
  • Budi Santoso mengingatkan masyarakat agar meningkatkan literasi dan menjadi trader cerdas yang memahami risiko perdagangan digital secara bijak.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengungkapkan masyarakat saat ini sedang gemar membeli emas digital dibanding fisik. Hal ini telihat dari data transaksi pasar emas digital yang alami lonjakan drastis.

Dia mengungkapkan, Transaksi pasar emas digital melonjak sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah meroket 600 persen.

"Transaksi pasar fisik emas digital pada periode yang sama mencatatkan nilai sebesar Rp299,5 triliun, atau meningkat sangat signifikan sebesar 641,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Budi dalam pembukaan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menteri Perdagangan, Budi Susanto, menjelaskan kenaikan harga cabai imbas disebabkan produksi yang turun. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Menteri Perdagangan, Budi Susanto.[Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Ia menyebut industri PBK secara keseluruhan sedang mengalami pertumbuhan signifikan. Pada periode Januari-Agustus 2026, volume transaksi PBK mencapai 10,35 juta lot.

Angka tersebut meningkat 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 9,46 juta lot.

Selain transaksi emas digital, peningkatan juga terjadi pada nilai transaksi timah batangan, baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Pertumbuhan turut tercatat pada kontrak renewable energy certificate.

Menurut Budi, perkembangan tersebut menunjukkan ekosistem PBK terus berkembang dan memiliki ruang untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

"Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ekosistem PBK terus berkembang dan memiliki ruang yang besar untuk mendukung perkembangan ekonomi digital," ucapnya.

Meski transaksi terus meningkat, Budi mengingatkan pertumbuhan industri PBK perlu diikuti peningkatan literasi masyarakat. Kemudahan akses terhadap berbagai instrumen perdagangan di era digital dinilai harus dibarengi pemahaman mengenai risiko.

baca juga

"Masyarakat tidak cukup hanya menjadi digital traders, tetapi harus menjadi smart traders. Pelaku perdagangan yang cerdas harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai risiko, mampu mengambil keputusan secara bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh janji keuntungan yang tidak realistis," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:08 WIB

Cara Agar Produk UMKM Bisa Masuk Minimarket hingga Supermarket

Cara Agar Produk UMKM Bisa Masuk Minimarket hingga Supermarket

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Terkini

Kritik Tajam di Buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta

Kritik Tajam di Buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:11 WIB

He's Just Not That Into You: Ketika Kita Terlalu Sibuk Mencari Alasan

He's Just Not That Into You: Ketika Kita Terlalu Sibuk Mencari Alasan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Set Makeup Viva Murah Under Rp50 Ribu, Hasil Natural untuk Pemula

Set Makeup Viva Murah Under Rp50 Ribu, Hasil Natural untuk Pemula

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi

GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Prabowo: Tiap Bulan Indonesia Diramalkan Akan Kolaps

Prabowo: Tiap Bulan Indonesia Diramalkan Akan Kolaps

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Mengapa Sinar Matahari Menjadi Sumber Energi Utama dalam Ekosistem?

Mengapa Sinar Matahari Menjadi Sumber Energi Utama dalam Ekosistem?

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:08 WIB

×