- Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan pemerintah menyalurkan bantuan beras 30 kilogram di Jakarta sejak Oktober 2026.
- Program bantuan sosial tersebut menyasar 33 juta warga kategori desil satu hingga desil empat secara nasional.
- Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk 900 ribu ton beras yang dirapel untuk tiga bulan sekaligus.
Suara.com - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang, Pangan Hanif Faisol Nurofiq, menyebutkan bantuan pangan berupa beras 30 kilogram sudah mulai disalurkan per Oktober 2026. Adapun bantuan tersebut akan menyasar 33 juta warga.
"Saya rasa dari rakortas kemarin sudah diputuskan untuk segera dilakukan eksekusi terkait dengan bantuan pangan ya, namanya bantuan pangan, yang saat ini sedang berjalan," kata Hanif saat ditemui wartawan di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa program bantuan pangan sebelumnya telah tersalurkan hingga lebih dari 90 persen dalam kurun waktu delapan bulan.
![Beras Bantuan Pangan. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/28/81311-beras-bantuan-pangan.jpg)
Selain itu, ia memastikan bahwa tambahan pasokan bantuan hingga bulan Maret mendatang telah disiapkan dan proses penyalurannya pun sedang berjalan.
"Jadi saya pikir ini sudah sedang jalan," kata Hanif.
Bantuan pangan tersebut menyasar 33 juta warga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 yang akan akan bantuan beras masing-masing dengan total 30 kilogram (kg).
Total beras yang telah disiapkan pemerintah mencapai 900 ribu ton dengan anggaran sebesar Rp17 triliun.
Berbeda dari pola penyaluran sebelumnya, pemerintah berencana memberikan bantuan beras untuk tiga bulan sekaligus.
Bantuan yang seharusnya diberikan masing-masing 10 kg pada Oktober, November, dan Desember 2026 akan dirapel menjadi satu paket berisi 30 kg.