Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:42 WIB
Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan stok beras premium yang sempat langka kini sudah kembali tersedia di ritel modern.
  • Kelangkaan beras premium di berbagai daerah tersebut sebelumnya telah berlangsung selama empat hingga lima bulan terakhir.
  • Perum Bulog mengatasi masalah kelangkaan dengan memasok beras premium ke jaringan ritel modern demi memenuhi kebutuhan konsumen.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengklaim, stok beras premium yang sempat langka di sejumlah ritel modern kini sudah kembali tersedia. 

Menurut dia, pasokan beras premium di ritel modern telah diisi oleh Perum Bulog.

"Kan sekarang sudah diisi oleh Bulog ya, Mbak. Sudah diisi di ritel modern, juga sudah diisi. Saya kira enggak ada masalah ya," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Budi mengaku, sudah melakukan pengawasan terhadap stok beras premium di ritel modern. Namun, dia tidak merinci hasil pengawasan yang telah dilakukan Kemendag, termasuk penyebab beras premium sempat langka di sejumlah ritel.

Ia hanya memastikan Bulog telah memasok beras premium ke jaringan ritel modern. Dengan masuknya pasokan tersebut, Budi menilai, persoalan ketersediaan beras premium di ritel saat ini tidak lagi menjadi masalah.

"Sudah diisi di ritel modern, juga sudah diisi. Saya kira enggak ada masalah ya," ujar Budi.

Sebelumnya, ketersediaan beras premium di jaringan ritel modern semakin terbatas. Kondisi ini disebut sudah berlangsung selama 4-5 bulan terakhir dan terjadi di sejumlah hipermarket, supermarket, hingga minimarket di berbagai daerah.

Pengamat Pertanian, Khudori mengatakan, kondisi tersebut kembali mengingatkan pada persoalan yang terjadi tahun lalu ketika beras premium sempat menghilang dari jaringan ritel modern setelah ramai isu beras oplosan.

"Sejarah kembali berulang. Krisis beras tengah menimpa jaringan ritel modern di Tanah Air. Pilihan beras aneka merek, terutama beras premium, semakin terbatas. Situasi ini sudah berlangsung 4-5 bulan terakhir," kata Khudori kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

baca juga

Menurut Khudori, keterbatasan beras premium membuat pilihan konsumen di ritel modern semakin sedikit. Rak yang sebelumnya dipenuhi berbagai merek beras kini di sejumlah gerai mulai kosong atau digantikan produk lain.

Ia mengaku sudah mengecek sendiri salah satu supermarket terdekat. Rak yang biasanya digunakan untuk memajang beras justru sudah diisi barang lain karena stok beras kosong.

"Sudah beberapa hari beras kosong. Karena ada penarikan produk," ujar Khudori.

Kondisi serupa juga ditemukan di dua gerai lainnya. Menurut Khudori, beras yang tersedia hanya jenis tertentu, seperti beras merah dan beras SPHP kualitas medium yang dikelola Bulog.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mengandalkan Bulog untuk memasok beras ke jaringan ritel modern. 

Manajemen Bulog menyatakan, akan menggelontorkan 110.000 ton beras setiap bulan, terdiri dari 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Bulog juga menyiapkan 300.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk diolah menjadi beras premium dengan melibatkan Perpadi. Namun, Khudori menyebut rencana penggunaan CBP tersebut belum mendapat persetujuan.

Ilustrasi beras di gudang Bulog. [ Antara/Dedi Suwidiantoro/YU]
Ilustrasi beras di gudang Bulog. [ Antara/Dedi Suwidiantoro/YU]

"Bulog ingin memastikan masyarakat, khususnya yang di perkotaan, memiliki akses mudah terhadap beras premium produksi BUMN pangan ini," tutur Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Ole Romeny: Mitchell Baker Seperti Target Man

Ole Romeny: Mitchell Baker Seperti Target Man

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Sebut Kasus ABK KM Maulana 23 Perbudakan Modern, Kemenham Desak Usut Tuntas

Sebut Kasus ABK KM Maulana 23 Perbudakan Modern, Kemenham Desak Usut Tuntas

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Nasib 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan, Tak Semua Bisa Direlokasi

Nasib 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan, Tak Semua Bisa Direlokasi

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu

Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'

Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Yoshihiro Togashi Tolak Proyek dengan Deadline demi Fokus Hunter x Hunter

Yoshihiro Togashi Tolak Proyek dengan Deadline demi Fokus Hunter x Hunter

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga

Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Klub Liga Inggris: Selamat Elkan Baggott, Kami Sangat Bangga Padamu

Klub Liga Inggris: Selamat Elkan Baggott, Kami Sangat Bangga Padamu

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:25 WIB

18 Tahun Bersama, Irfan Resmi Hengkang dari Govinda: Kami Memilih Jalan Berbeda

18 Tahun Bersama, Irfan Resmi Hengkang dari Govinda: Kami Memilih Jalan Berbeda

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ibadah Alam GKJ Baturetno ke-9: Memaknai Api, Kematian, dan Daya Hidup dari Balik Area Makam

Ibadah Alam GKJ Baturetno ke-9: Memaknai Api, Kematian, dan Daya Hidup dari Balik Area Makam

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×