Teknologi Makin Canggih, Sekolah Dituntut Tetap Jaga Sisi Kemanusiaan Siswa

Rully Fauzi

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:35 WIB
Teknologi Makin Canggih, Sekolah Dituntut Tetap Jaga Sisi Kemanusiaan Siswa
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie (kanan) menghadiri Redea International Conference ke-16. [dok. pribadi]
baca 10 detik
  • Sekolah didorong menjadi ekosistem berkelanjutan yang adaptif terhadap teknologi, lingkungan, dan perubahan sosial.
  • Pemanfaatan AI harus tetap kritis dan manusiawi, agar tidak menggantikan proses belajar serta kreativitas siswa.
  • Kolaborasi dan inovasi pendidikan diperkuat untuk membentuk generasi tangguh, kreatif, berempati, dan peduli lingkungan.

Suara.com - Redea Institute (dahulu HighScope Indonesia Institute) menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis bukan hanya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan, tetapi juga dalam membangun dunia yang berkelanjutan, tangguh, dan sejahtera.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika lingkungan serta sosial, pendidikan dituntut untuk melahirkan generasi yang inovatif, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, Redea Institute, yang menaungi jaringan EcoSocioTech (EST) School, menyelenggarakan Redea International Conference ke-16 pada 8–9 Oktober 2026.

Mengusung tema "Guardians of the Future: Sustainably Impactful and Future-Driven School", konferensi ini menghadirkan pakar nasional dan internasional untuk membahas transformasi sekolah menuju ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada keberlanjutan, inovasi, dan kesejahteraan manusia.

Pembicara internasional yang hadir antara lain Aaron Eisberg dari Friends of New Tech (FONT), Napa, California; Richard Cash; dan Ken Moore.

Konferensi ini juga menghadirkan perwakilan pemerintah dan praktisi pendidikan untuk memperkaya dialog mengenai tantangan serta peluang dalam membangun pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dalam pidato pembukaannya, Antarina S.F. Amir, Pendiri dan CEO Redea Institute, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Sebagai pendidik, kita adalah penjaga rasa ingin tahu dan sisi kemanusiaan peserta didik. Tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa seiring berkembangnya teknologi, sekolah tetap berlandaskan pada visi keberlanjutan yang mendalam, sebuah ekosistem di mana pengambilan keputusan berbasis bukti, pengembangan guru yang berkelanjutan, dan agensi siswa saling memperkuat keunggulan akademik serta kesejahteraan manusia," ujar Antarina.

"Sekolah yang berkelanjutan adalah ekosistem hidup yang terus belajar, beradaptasi, dan berkembang agar teknologi memiliki tujuan jelas: membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, dan berempati," imbuhnya.

Perspektif lingkungan hidup turut disampaikan oleh Dr. Edward Nixon Pakpahan, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, yang menjadi pembicara utama pada sesi pembukaan.

"Memperbaiki lingkungan hidup adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 28 H ayat (1), setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat..., oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan," ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Redea Institute mendorong integrasi kepedulian lingkungan ke dalam kurikulum, budaya, operasional, dan tata kelola sekolah.

Keberlanjutan dipandang secara menyeluruh, mencakup kepemimpinan etis, pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab, ketahanan organisasi, serta pemberdayaan peserta didik.

Sebagai pembicara penutup, konferensi ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, yang melengkapi rangkaian diskusi mengenai masa depan pendidikan, sains dan teknologi.

Dalam pemaparannya, ia membeberkan data dari OECD (2026) yang menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan AI setiap hari atau hampir setiap hari memiliki rata-rata skor sains paling rendah dibandingkan siswa yang tidak pernah atau hampir tidak pernah menggunakan AI.

Menurut Stella, jika hanya AI yang memecahkan masalah, meringkas, dan menyusun informasi sendiri, manusia akan kehilangan proses belajar.

Padahal, data World Economic Forum (2025) menyebutkan bahwa agilitas, pembelajaran yang konsisten, dankreativitas merupakan keahlian utama yang paling dibutuhkan pada 2030.

"Guru seharusnya tidak sekadar mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi mengajarkan agar posisi murid di masa depan tidak bisa digantikan oleh AI. Kita harus mampu mengevaluasi hasil dari AI secara kritis," tegas Wamen Stella.

Selain sesi utama, konferensi menampilkan Learning Heroes, yaitu sesi berbagi praktik baik oleh pendidik dari jaringan EST School.

Guru-guru terpilih dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA mempresentasikan strategi pembelajaran inovatif dan hasil riset aksi di kelas.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen Redea Institute dalam memperkuat kompetensi pendidik dan mendorong kolaborasi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, bermakna, dan berdampak nyata.

Melalui Redea International Conference ke-16, Redea Institute menegaskan komitmennya untuk mendorong sekolah menjadi ekosistem yang terus belajar dan beradaptasi, sekaligus membentuk generasi yang mampu berkontribusi secara nyata bagi keberlanjutan manusia dan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak untuk Umum! DKI Operasikan 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas di 10 Rute

Tak untuk Umum! DKI Operasikan 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas di 10 Rute

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:42 WIB

KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah

KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Peran Strategis Operator Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi Dapodik

Peran Strategis Operator Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi Dapodik

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:16 WIB

93 Sekolah Rakyat Tahap II Selesai Dibangun, Targetkan Anak dari Keluarga Miskin

93 Sekolah Rakyat Tahap II Selesai Dibangun, Targetkan Anak dari Keluarga Miskin

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah, Anggaran Capai Rp 876,7 Miliar

Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah, Anggaran Capai Rp 876,7 Miliar

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Ribuan Kadet dari Universitas Pertahanan Diberangkatkan ke 181 Sekolah Rakyat

Ribuan Kadet dari Universitas Pertahanan Diberangkatkan ke 181 Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Denny Indrayana Lulusan Apa? Berani Gugat Ijazah Gibran di MK

Denny Indrayana Lulusan Apa? Berani Gugat Ijazah Gibran di MK

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:14 WIB

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

×