- PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan program berbasis energi terbarukan dan edukasi di Desa Cendi Manik, NTB, sejak 2024.
- Pemanfaatan PLTS menghasilkan efisiensi biaya energi Rp6,6 juta per tahun serta tambahan pendapatan warga sebesar Rp24 juta per tahun.
- Program ini berhasil merehabilitasi pesisir lewat penanaman 4.500 mangrove dan menjangkau ribuan peserta didik melalui Sekolah Alam.
Suara.com - Masyarakat pesisir pantai kini mendapatkan manfaat lebih dari kehadiran energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Lewat PLTS, masyarakat bisa mendapatkan efisiensi biaya energi.
Salah satu desa yang mendapatkan manfaat itu yaitu Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat (NTB) di mana mampu menghasilkan efisiensi biaya energi sebesar Rp6,6 juta per tahun dari pengunaan PLTS.
Program yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2024 tersebut mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain membantu menekan biaya energi, program ini juga menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp24 juta per tahun.
![Ilustrasi PLTS yang akan dibangun oleh pemerintah. [ist].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/28/67863-plts.jpg)
VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan program tersebut dirancang untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan akses pendidikan.
Adapun, program Sekolah Alam Anak Pesisir menjangkau 135 penerima manfaat. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diperkenalkan pada ekosistem mangrove, pelestarian lingkungan, kreativitas, serta potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tinggal.
"Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir," ujar Dian di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Di sisi lain, program ini turut mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Kelompok berbasis potensi lokal mencatat tambahan pendapatan sebesar Rp24 juta per tahun.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep pembelajaran 3E, yaitu Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Melalui konsep ini, kawasan mangrove, pesisir, dan ruang terbuka dimanfaatkan sebagai tempat belajar langsung bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekaligus memahami potensi ekonomi di sekitarnya.
Dari sisi lingkungan, program tersebut telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir. Penanaman itu memiliki potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO per hektare.
Sementara dari sisi pendidikan, sebanyak 1.772 peserta telah mengikuti 11 kegiatan pembelajaran pesisir. Destinasi edukasi mangrove dan pesisir juga mencatat 860 kunjungan per tahun.
Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Pada 2024, kegiatan difokuskan pada pembentukan kelompok, pembangunan Rumah Literasi sebagai ruang pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui studi banding ke Anak Alam Learning House di Sumbawa, NTB.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga mendorong pengembangan potensi lokal, perluasan akses pembelajaran, dan pelestarian lingkungan pesisir. Pemanfaatan PLTS menjadi salah satu bagian dari program yang memberikan manfaat ekonomi melalui efisiensi biaya energi bagi kegiatan masyarakat.