- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik PT HSG Material Indonesia senilai Rp710 miliar di KEK Kendal pada 11 Oktober 2026.
- Pabrik material konstruksi tersebut ditargetkan memproduksi 3 juta meter tiang pancang beton serta menyerap 400 tenaga kerja.
- Investasi dari Fujian Hongsheng Material Technology ini bertujuan memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah dan kerja sama TCTP.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meresmikan pabrik material konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang dimiliki oleh PT HSG Material Indonesia. Pembangunan pabrik itu memakan biaya investasi Rp710 miliar.
Airlangga menyebut, Investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 400 tenaga kerja. Selain itum, pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah.
"Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
![Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bursa komoditas mineral dibentuk agar Indonesia punya harga acuan mineral sendiri. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/43133-airlangga-hartarto.jpg)
Fasilitas produksi PT HSG Material Indonesia mencakup tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak.
Berdasarkan perencanaan awal perusahaan, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.
Kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Selain pasar domestik, produksi pabrik ini juga berpotensi memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional.
Sebagai informasi, pengembangan kawasan industri Kendal merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura. Kawasan tersebut diresmikan pada 14 November 2016 oleh kedua kepala pemerintahan dan kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah.
Kawasan Industri Kendal selanjutnya memperoleh status sebagai KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.
Status tersebut memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk menarik investasi, meningkatkan aktivitas industri, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong ekspor melalui fasilitas dan kemudahan sesuai ketentuan KEK.
Dalam konteks tersebut, operasionalisasi pabrik PT HSG Material Indonesia menjadi salah satu realisasi investasi yang diharapkan menambah kapasitas produksi material konstruksi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Kehadiran perusahaan yang merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology ini juga menjadi bagian dari penguatan kemitraan industri Indonesia dan Tiongkok melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP).
Kerja sama pengembangan kawasan industri kembar tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi proyek investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok.