Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03 WIB
Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Bahlil meraih skor minus 159, terendah dalam rapor kinerja menteri versi CELIOS.
  • CELIOS menilai kebijakan B50 berisiko menambah kebutuhan CPO dan tekanan deforestasi.
  • Proyek energi dan hilirisasi disorot karena minim partisipasi warga dan potensi konflik lahan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi menteri dengan kinerja terburuk dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Bahlil yang rangkap jabatan karena juga ditunjuk menjadi Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi memperoleh skor minus 159 dalam laporan Rapor Kinerja Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang diterbitkan Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Skor tersebut menjadi yang terendah dibandingkan pejabat lain dalam pemeringkatan. Bahlil berada di bawah Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai yang memperoleh skor minus 158 dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan minus 103.

Pemeringkatan itu berdasarkan survei terhadap 994 responden dari masyarakat umum. CELIOS mengolah hasil survei tersebut dengan menghitung selisih antara penilaian terbaik dan terburuk.

Dalam evaluasi sektoral, kinerja Bahlil bahkan hanya memperoleh nilai 3 dari 10. Evaluasi yang disusun Iqbal Damanik dari Kabinet Bayangan CELIOS itu menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, kebijakan mandatori biodiesel B50, hingga minimnya partisipasi masyarakat dalam proyek energi.

"Indonesia terjebak ketergantungan pada energi fosil (carbon lock-in)," tulis laporan CELIOS, dikutip Senin (12/10/2026).

CELIOS menilai arah kebijakan energi nasional belum konsisten dengan agenda transisi menuju energi bersih. Di satu sisi, pemerintah mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), tetapi di sisi lain bauran energi dalam perencanaan kelistrikan masih mengandalkan gas dan batu bara.

Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah target pemerintah mengembangkan PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW) serta menambah kapasitas panas bumi sebesar 5,2 GW dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

CELIOS juga mengkritik kebijakan mandatori biodiesel B50 yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru. Peningkatan campuran biodiesel diperkirakan akan memperbesar kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), sehingga menambah tekanan terhadap penggunaan lahan.

baca juga

"B50 hanya memindahkan krisis: butuh tambahan CPO hingga ±16 juta ton/tahun (dari 12 juta ton di B40), yang menurut Yayasan Madani bisa memperluas sawit lebih dari 6 juta hektare. Koalisi Transisi Bersih memperkirakan deforestasi hingga 1,5 juta hektare dan risiko krisis minyak goreng seperti 2022," tulis laporan tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (31/8/2026). [Suara.com/Yaumal]
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (31/8/2026). [Suara.com/Yaumal]

Menurut CELIOS, peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel perlu diperhitungkan bersama risiko perluasan perkebunan sawit, kerusakan lingkungan, dan gangguan pasokan minyak goreng. Pemerintah pun dinilai perlu memperjelas komitmen pengurangan ketergantungan pada energi fosil melalui regulasi yang mengikat.

Persoalan lain yang disorot adalah pelaksanaan proyek energi dan hilirisasi yang dinilai belum melibatkan masyarakat terdampak secara memadai.

CELIOS menyinggung proyek panas bumi PLTP Ulumbu-Poco Leok di Nusa Tenggara Timur, proyek nikel di Raja Ampat, serta Rempang Eco-City di Batam. Proyek-proyek tersebut menjadi perhatian terkait potensi konflik lahan, hilangnya sumber penghidupan warga, dan dampak terhadap lingkungan.

Laporan itu juga menyinggung kebocoran gas hidrogen sulfida (HS) di PLTP Mandailing Natal sebagai contoh risiko kesehatan dalam pelaksanaan proyek energi.

"Proyek pemerintah memicu konflik lahan yang melanggar hak masyarakat adat," tulis CELIOS.

CELIOS menilai proyek tanpa partisipasi warga berisiko melanggar prinsip demokrasi dan tidak tepat sasaran. Dampaknya bukan hanya kehilangan mata pencaharian, tetapi juga ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Karena itu, CELIOS mendorong pemerintah memperkuat pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek. Evaluasi kebijakan energi juga dinilai perlu dilakukan agar target transisi energi tidak bertentangan dengan praktik pembangunan di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:26 WIB

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam? Ini 6 Rekomendasinya

Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam? Ini 6 Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Ditinggal Orang Tua Belanja, Balita 2 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pati

Ditinggal Orang Tua Belanja, Balita 2 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pati

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mees Hilgers Utarakan Penyesalan

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mees Hilgers Utarakan Penyesalan

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01 WIB

6 Dampak Tidak Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur, Konsentrasi Bisa Terganggu

6 Dampak Tidak Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur, Konsentrasi Bisa Terganggu

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Ulasan Lotus Taxi: Perjalanan Malam yang Membawa Luka ke Permukaan

Ulasan Lotus Taxi: Perjalanan Malam yang Membawa Luka ke Permukaan

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Waduk Jatigede Surut, Masjid yang 11 Tahun Terendam Kembali Muncul

Waduk Jatigede Surut, Masjid yang 11 Tahun Terendam Kembali Muncul

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Jamaah Umrah Jadi Korban Serangan Rudal di Bandara Internasional King Khalid Riyadh Arab Saudi

Jamaah Umrah Jadi Korban Serangan Rudal di Bandara Internasional King Khalid Riyadh Arab Saudi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Minim Akses dan Kesempatan Jadi Hambatan Anak Muda Berkarya di Desa

Minim Akses dan Kesempatan Jadi Hambatan Anak Muda Berkarya di Desa

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:57 WIB

6 Parfum Musim Hujan Wangi Warm Spicy dan Amber, Hangat dan Elegan

6 Parfum Musim Hujan Wangi Warm Spicy dan Amber, Hangat dan Elegan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:57 WIB

×