- Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 10,17 poin ke level 5.925 pada akhir perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026.
- Pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik seperti ketegangan geopolitik Timur Tengah serta data inflasi Amerika Serikat.
- Sektor properti mencatatkan penguatan terbesar sebesar 1,83 persen, sedangkan sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam 0,95 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah hingga akhir perdagangan, Selasa, 13 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 10,17 poin atau 0,17 persen ke level 5.925.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG bergerak di rentang 5.829 hingga 5.930 sepanjang perdagangan. Indeks dibuka di level 5.915 sebelum sempat menyentuh titik terendah intraday di 5.829.
Pelemahan IHSG berlanjut setelah indeks terkoreksi 2,59 persen pada perdagangan sehari sebelumnya. Meski demikian, tekanan jual mulai berkurang menjelang penutupan pasar.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp10,35 triliun dengan volume sebanyak 32,03 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 1.406.318 kali.
Sementara itu, nilai tukar rupiah dalam data Phintraco Sekuritas tercatat di level Rp17.885 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,06 persen.
![Ilustrasi penurunan grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/19/15434-ilustrasi-penurunan-grafik-indeks-harga-saham-gabungan-ihsg-di-bursa-efek-indonesia-bei-jakarta-selasa-1832025-suaracomalfian-winanto.jpg)
Pergerakan sektoral IHSG menunjukkan hasil yang beragam. Sektor properti menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni naik 1,83 persen.
Sektor kesehatan turut menguat 0,53 persen, sedangkan sektor energi naik 0,40 persen.
Sebaliknya, sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam dengan penurunan 0,95 persen. Sektor siklikal terkoreksi 0,61 persen, sementara sektor keuangan melemah 0,18 persen.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik.
Sentimen tersebut meliputi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, harga minyak yang bertahan di level tinggi, ekspektasi terhadap data inflasi Amerika Serikat, potensi kelanjutan kenaikan suku bunga The Federal Reserve, serta isu mengenai MSCI dan dampaknya terhadap saham Indonesia.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat pelebaran histogram negatif MACD IHSG, sementara Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak mendatar atau sideways pada kisaran 5.800 hingga 6.000 selama indeks belum mampu ditutup di atas level 6.000.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 5.925,976 (-0,171 persen)
- Pembukaan: 5.915
- Tertinggi: 5.930
- Terendah: 5.829
- Nilai transaksi: Rp10,35 triliun
- Volume transaksi: 32,03 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.406.318 kali
Top Value
- BBCA: Rp5.950 (0,00 persen)
- DSSA: Rp940 (-2,59 persen)
- BMRI: Rp3.990 (-0,50 persen)
Top Volume