Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi

Achmad Fauzi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi
Ilustrasi Transaksi Digital
baca 10 detik
  • CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro menyatakan AI berpotensi mengubah transaksi keuangan perusahaan menjadi lebih cepat dan otomatis.
  • Volume transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026 atau tumbuh lebih dari 40 persen secara tahunan.
  • Digitalisasi perdagangan global diproyeksikan mampu meningkatkan nilai perdagangan sebesar 2,8 triliun dolar AS pada tahun 2031 mendatang.

Suara.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan mengubah cara perusahaan melakukan transaksi keuangan, seiring pesatnya pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia.

CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro OBE, mengatakan volume transaksi pembayaran digital di Indonesia terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan transaksi yang semakin berkembang di tengah digitalisasi ekonomi.

Menurut data Bank Indonesia yang dikutip Donny, volume transaksi pembayaran digital pada Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi, tumbuh lebih dari 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ke depan, kecerdasan buatan (AI) dan mata uang digital berpotensi mengubah cara perusahaan melakukan transaksi keuangan, sehingga transaksi tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga semakin otomatis, cerdas, dan terhubung," ujar Donny di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Ilustrasi Teknologi Kecerdasan Buatan. (Pixabay/tungnguyen0905)
Ilustrasi Teknologi Kecerdasan Buatan. (Pixabay/tungnguyen0905)

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Indonesia Treasury Leadership Forum 2026 yang diselenggarakan Standard Chartered Indonesia pada Selasa (13/10/2026).

Forum bertema The Blueprint for Tomorrow: From Today’s Disruption to Tomorrow’s Opportunity itu mempertemukan regulator, pelaku industri, pemimpin korporasi, dan para ahli untuk membahas pengaruh perkembangan teknologi serta perubahan ekonomi global terhadap pengelolaan keuangan perusahaan.

Perkembangan teknologi pembayaran dan perubahan rantai pasok global membuat peran treasury perusahaan semakin luas. Selain mengelola kas, perusahaan juga perlu memperhatikan likuiditas, modal kerja, serta risiko di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

Pemanfaatan AI, aset digital, dan sistem pembayaran yang semakin terhubung menjadi salah satu topik utama dalam forum tersebut.

Standard Chartered menilai digitalisasi perdagangan juga berpotensi membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis lintas negara.

baca juga

Donny mengutip laporan Future of Trade 2026 dari Standard Chartered yang memperkirakan percepatan digitalisasi perdagangan dapat meningkatkan nilai perdagangan global sebesar 2,8 triliun dolar AS atau 6,9 persen di atas proyeksi dasar pada 2031.

"Artinya, semakin luasnya penggunaan teknologi seperti AI, dokumen digital, dan otomatisasi proses bisnis dapat membantu perusahaan melakukan perdagangan lintas negara dengan lebih efisien, sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih besar," bebernya.

Meski menawarkan peluang efisiensi, perkembangan sistem pembayaran yang semakin cepat dan terhubung juga menghadirkan tantangan terkait keamanan siber, pencegahan penipuan, dan ketahanan operasional.

Sejalan dengan perubahan kebutuhan perusahaan, Standard Chartered Indonesia telah meluncurkan layanan Payouts-as-a-Service pada awal 2026.

Layanan tersebut memungkinkan nasabah korporasi mengotomatisasi pembayaran dalam skala besar dan berulang kepada berbagai pihak berdasarkan parameter bisnis yang telah ditentukan.

Selain perkembangan sistem pembayaran, forum tersebut juga membahas perubahan rantai pasok global akibat ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan, dan strategi diversifikasi produksi.

Perubahan tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam rantai pasok global, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari investasi yang masuk ke dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transformasi Keuangan Digital Makin Pesat, AI dan QRIS Jadi Andalan

Transformasi Keuangan Digital Makin Pesat, AI dan QRIS Jadi Andalan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Terkini

Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Pembunuhan Sadis Remaja di Pinang Ranti: Pelaku Kuras Harta Korban Buat Bayar Utang

Pembunuhan Sadis Remaja di Pinang Ranti: Pelaku Kuras Harta Korban Buat Bayar Utang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:13 WIB

×