"Saya berharap, program presiden tidak didukung hanya di mulut saja, tapi benar-benar bisa dilaksanakan. Maka kunci utamanya adalah komunikasi. Saya berharap, ruang komunikasi dengan berbagai pihak terkait dibuka selebar-lebarnya oleh pemerintah pusat," kata Gandang.
Terkait dengan belum adanya sarana prasarana fisik yang baru di KDMP Tamanmartani, ia menegaskan bahwa untuk saat ini belum diperlukan karena dapat dipenuhi dengan aset-aset idle di desa. Ke depan, tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan pembangunan gerai fisik dapat menjadi bahan pertimbangan pengurus koperasi di masa mendatang.
"Koperasi adalah satu-satunya wadah atau badan yang diakui memperoleh kemudahan adalah koperasi, masalahnya ada pembatasan-pembatasan yang tidak wajar oleh pihak tertentu bagi koperasi," katanya.
Sebagian informasi, LPDB Koperasi sejauh ini telah menyalurkan dana bergulir kepada khusus KDKMP dengan total pencairan di 8 KDKMP atau setara dengan Rp6.38 miliar. Dari jumlah itu, pembiayaan disalurkan dengan skema syariah kepada 2 KDKMP dan sebanyak 6 KDKMKP disalurkan dengan skema konvensional.
Manfaat Pembiayaan LPDB Dirasakan UMKM
Dana bergulir yang disalurkan LPDB Koperasi ternyata manfaatnya juga mengalir ke UMKM anggota koperasi, salah satunya Ardi Suhami sebagai pemilik dan pendiri usaha Arumanis Haji Ardi.
UMKM ini memproduksi jajanan tradisional khas (rambut nenek/arbanat) yang beralamat di Sleman, Yogyakarta. Ia merupakan anggota Koperasi Bina Ihsanul Fikri Yogyakarta. Koperasi ini mendapatkan dukungan pembiayaan dari LPDB yang kemudian disalurkan ke anggota koperasi, salah satunya Ardi Suhami.
Ia mengaku bahwa dana pinjaman yang didapatkan dari koperasi Bina Ihsanul Fikri, tingkat suku bunganya lebih murah dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya, khususnya perbankan.
Ke depan, ia berharap kemudahan akses pembiayaan ke koperasi dapat semakin mudah, murah dan cepat. Hal ini bisa terwujud manakala koperasi sebagai kepanjangan tangan juga mendapatkan modal penyaluran pinjaman dengan tingkat biaya yang lebih murah.
"Kehadiran LPDB memberikan manfaat bagi UMKM karena bunganya kami anggap rendah. Dengan beban biaya yang murah tentu berdampak bagi usaha UMKM seperti kami. Sekarang banyak permintaan produk kami dari berbagai negara, tetapi kami terkendala biaya ongkir karena barangnya murah tapi ongkos kirim mahal," katanya. ***