Harga Acuan Emas Ambles, Investor Mulai Beralih ke Obligasi

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:46 WIB
Harga Acuan Emas Ambles, Investor Mulai Beralih ke Obligasi
Kenaikan imbal hasil obligasi internasional mulai menggerus daya tarik emas, mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen surat utang yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Foto ist.
baca 10 detik
  • HPE emas periode kedua Oktober 2026 turun 3,15% menjadi US$135.024,36/kg.
  • Harga referensi emas merosot ke US$4.199,73 per troy ounce.
  • Imbal hasil obligasi yang naik mendorong investor beralih dari emas ke surat utang.

Suara.com - Kenaikan imbal hasil obligasi internasional mulai menggerus daya tarik emas, mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen surat utang yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas periode 15–31 Oktober 2026 sebesar US$135.024,36 per kilogram. Angka tersebut turun 3,15% dibandingkan periode pertama Oktober 2026 yang mencapai US$139.409,07 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada Harga Referensi (HR) emas yang menjadi US$4.199,73 per troy ounce, dari sebelumnya US$4.336,11 per troy ounce.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan, pelemahan harga acuan emas dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk penguatan nilai tukar mata uang utama global dan kenaikan imbal hasil obligasi internasional.

“Penurunan HPE dan HR emas pada periode kedua Oktober 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional sehingga orang-orang mengalihkan investasi emas ke obligasi,” kata Tommy dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Ilustrasi: Obligasi. (Shutterstock)
Ilustrasi: Obligasi. (Shutterstock)

Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin seperti kupon obligasi. Ketika imbal hasil surat utang meningkat, sebagian investor cenderung mengurangi kepemilikan emas dan beralih ke instrumen yang menawarkan pendapatan lebih terukur.

Meski demikian, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi faktor lain, seperti arah suku bunga global, nilai tukar dolar AS, serta permintaan terhadap aset lindung nilai. Karena itu, penurunan harga acuan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren pelemahan emas akan berlanjut.

Penetapan HPE dan HR emas mengacu pada data serta masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang bersumber dari publikasi London Bullion Market Association (LBMA). Proses tersebut turut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Ketentuan harga acuan emas periode kedua Oktober 2026 tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2008 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Investor Pasar Modal Tembus 32 Juta, BEI Tekankan Pentingnya Waspada Penipuan Digital

Investor Pasar Modal Tembus 32 Juta, BEI Tekankan Pentingnya Waspada Penipuan Digital

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Masih Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp2.574.000/Gram

Masih Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Terkini

KPK Tahan Lima Tersangka dalam Korupsi BNPB

KPK Tahan Lima Tersangka dalam Korupsi BNPB

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:43 WIB

7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda

7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Viral Fenomena Aneh Tanah Gambut Mendidih Usai Disiram Air Saat Pemadaman Kebakaran Hutan

Viral Fenomena Aneh Tanah Gambut Mendidih Usai Disiram Air Saat Pemadaman Kebakaran Hutan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Cara Membedakan Sepatu Nike Original dan KW dari Kode ART pada Lidah Sepatu

7 Cara Membedakan Sepatu Nike Original dan KW dari Kode ART pada Lidah Sepatu

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Sunscreen Sariayu SPF 30 Termasuk Physical atau Chemical? Cek Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Sariayu SPF 30 Termasuk Physical atau Chemical? Cek Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?

Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Resahkan Penghuni Panti Asuhan Putri, Pelaku Teror Eksibisionis Diburu Polisi Sukarame

Resahkan Penghuni Panti Asuhan Putri, Pelaku Teror Eksibisionis Diburu Polisi Sukarame

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Alasan STNK Digital Tidak Bisa Dibuat Semua Pengendara

Alasan STNK Digital Tidak Bisa Dibuat Semua Pengendara

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:25 WIB

×