- PT ASDP Indonesia Ferry menandatangani nota kesepahaman dengan Parameswara Ferry Terminal untuk menjajaki pembukaan rute internasional Dumai-Malaka.
- Kedua pihak akan melakukan kajian pasar, operasional, kelayakan bisnis, regulasi, dan kebutuhan investasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
- Penandatanganan kerja sama tersebut baru berupa kerangka awal kajian dan belum menjadi komitmen investasi atau realisasi rute.
Penjajakan Dumai–Malaka juga akan melibatkan koordinasi dengan otoritas terkait di Indonesia dan Malaysia.
![Sejumlah warga Nunukan berfoto di depan patok dua perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (19/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/20/18299-wisata-patok-perbatasan-indonesia-malaysia.jpg)
Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi persyaratan dan tahapan perizinan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan penyeberangan internasional.
ASDP menegaskan, penandatanganan MoU tersebut masih merupakan kerangka awal untuk melaksanakan kajian bisnis. Kesepakatan itu belum menjadi komitmen untuk merealisasikan pembukaan rute maupun melakukan investasi.
Dengan demikian, keputusan untuk melanjutkan pengembangan lintasan Dumai–Malaka akan mempertimbangkan hasil kajian serta kesiapan operasional dan regulasi kedua negara.
ASDP menyatakan penjajakan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan mengembangkan layanan penyeberangan dan pelabuhan terintegrasi untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas kawasan secara berkelanjutan.