Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa

M Nurhadi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:14 WIB
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 14,91 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, akibat aksi jual masif di bursa domestik.
  • MSCI membuka konsultasi peninjauan status Indonesia menjadi Standalone Market dan memicu kekhawatiran pelepasan portofolio global.
  • Haji Isam merampungkan akuisisi saham BYAN senilai Rp26 triliun yang turut menekan pergerakan harga saham di pasar.

Suara.com - Pasar modal Indonesia mencatatkan salah satu periode perdagangan terburuk dalam sejarah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 14,91 persen dalam sepekan hingga penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), berakhir pada posisi 5.185,11.

Tekanan berat yang memicu aksi jual masif ini didorong oleh dua sentimen utama, yakni ancaman penurunan status bursa oleh MSCI ke kategori Standalone Market—sejajar dengan negara seperti Zimbabwe dan Argentina—serta dinamika akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Ancaman Reklasifikasi MSCI ke Kategori Standalone Market

Pemicu utama kejatuhan indeks bermula saat penyedia indeks global MSCI secara resmi membuka putaran konsultasi pada 15 Oktober 2026 untuk meninjau status MSCI Indonesia Indexes. MSCI mempertimbangkan menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kategori Standalone Market merupakan kelompok khusus di luar Emerging Market maupun Frontier Market, yang saat ini dihuni oleh negara-negara seperti Argentina, Lebanon, Palestina, Ukraina, hingga Zimbabwe. MSCI menyoroti tiga alasan utama dalam peninjauan ini:

  • Kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham.
  • Tingginya konsentrasi kepemilikan saham oleh pihak tertentu.
  • Indikasi praktik perdagangan terkoordinasi (coordinated trading).

Meskipun pemerintah telah melakukan serangkaian perbaikan, MSCI menilai belum ada kemajuan material yang konsisten. Periode konsultasi ini dibuka hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Ketidakpastian jangka panjang ini memicu kekhawatiran pelepasan portofolio secara otomatis oleh dana pasif global (capital outflow). Ketegangan pasar kian diperberat oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah di kisaran Rp18.027 hingga Rp18.038 per dolar AS.

Sorotan Transaksi Jumbo BYAN dan Fenomena Gadai Saham

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada aksi korporasi pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam).

baca juga

Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam merampungkan akuisisi sekitar 10,08 miliar saham atau setara 30,25 persen porsi kepemilikan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp26 triliun.

Untuk membiayai transaksi tersebut, Haji Isam menggadaikan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) guna mengikat fasilitas kredit.

Rumor mengenai rencana Haji Isam membeli sekitar 62,2% saham BYAN menjadi katalis utama pergerakan saham. Spekulasi tersebut semakin ramai setelah adanya pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8). Desain Suara.com/AI
Rumor mengenai rencana Haji Isam membeli sekitar 62,2% saham BYAN menjadi katalis utama pergerakan saham. Spekulasi tersebut semakin ramai setelah adanya pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8). Desain Suara.com/AI

Pasca-akuisisi, jajaran pengendali BYAN seperti Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Lim Chai Hock turut melepas sebagian porsi saham mereka, meski Low Tuck Kwong tetap memegang kendali perusahaan dengan porsi kepemilikan 8,3 persen.

Langkah akuisisi ini mendapat sorotan kritis dari Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, yang menilai minimnya keterbukaan struktur pembiayaan serta perlindungan investor minoritas dapat memengaruhi persepsi pemodal asing.

Di pasar sekunder, saham BYAN mengalami koreksi tajam hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) di level Rp9.450 per lembar. Penurunan saham BYAN beserta jajaran bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi motor utama penekan indeks.

"Jumat Berdarah" dan Statistik Perdagangan Sepekan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:18 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Badai MSCI Belum Reda! Pekan Depan IHSG Terancam Jebol di Bawah 5.000, Banyak Saham ARB Lagi?

Badai MSCI Belum Reda! Pekan Depan IHSG Terancam Jebol di Bawah 5.000, Banyak Saham ARB Lagi?

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:47 WIB

IHSG Era Prabowo Ambruk 11,6%, Membayangi Kejatuhan Saham di Zaman Soeharto

IHSG Era Prabowo Ambruk 11,6%, Membayangi Kejatuhan Saham di Zaman Soeharto

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta oleh MSCI, Akibat Terlalu Sering Goreng Saham?

Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta oleh MSCI, Akibat Terlalu Sering Goreng Saham?

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Berstatus Standalone Market, Bursa Ini Justru Naik 3.000 Persen Usai Ganti Presiden!

Berstatus Standalone Market, Bursa Ini Justru Naik 3.000 Persen Usai Ganti Presiden!

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:04 WIB

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:02 WIB

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Health | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:19 WIB

×