- DSSA, CUAN, dan BREN siapkan dana buyback saham hingga total Rp2,5 triliun.
- DSSA umumkan buyback Rp1 triliun usai dikenai denda OJK Rp1,5 triliun.
- Buyback berpotensi menopang saham, tetapi tak menjamin harga langsung naik.
Dalam kasus CUAN dan BREN, aksi buyback diumumkan setelah kedua emiten tersebut mendapat sorotan OJK terkait proses IPO. Pengumuman itu juga muncul di tengah tekanan terhadap pasar modal menyusul kabar mengenai kebijakan MSCI dan gejolak perdagangan saham.
Karena itu, buyback menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh emiten untuk merespons volatilitas pasar. Namun, efektivitasnya dalam menopang harga saham tetap bergantung pada pelaksanaan pembelian dan respons investor.
DSSA sendiri mengalokasikan dana buyback hingga Rp1 triliun, CUAN Rp500 miliar, dan BREN Rp1 triliun. Dengan demikian, total dana yang disiapkan ketiga emiten mencapai Rp2,5 triliun.
Kendati demikian, dana tersebut merupakan batas maksimal, bukan jaminan seluruh anggaran akan terserap. Pembelian dapat berakhir lebih cepat apabila target saham tercapai atau dana yang dialokasikan telah habis.
Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dapat dialihkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk CUAN dan BREN, saham treasuri wajib dialihkan paling lama tiga tahun setelah periode buyback berakhir.