- Prabowo memanggil Ketua OJK saat IHSG tertekan sentimen negatif MSCI.
- MSCI mengkaji penurunan status pasar saham RI dari Emerging Market.
- OJK belum membeberkan langkah konkret untuk merespons gejolak pasar.
Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan hebat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait rencana penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Di tengah gejolak tersebut, Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Friderica, yang akrab disapa Kiky, tiba di Istana sekitar pukul 15.55 WIB. Pemanggilan ini berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan oleh sentimen negatif dari MSCI sejak Jumat lalu hingga Senin ini.
Meski demikian, Kiky belum mengungkapkan apakah pertemuannya dengan Prabowo secara khusus akan membahas dampak langkah MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
"Belum tahu (bahas soal efek langkah MSCI atau tidak), dipanggil aja... Tapi saya sudah siapkan laporan semuanya. Nanti teman-teman setelah rapat baru nanti saya update ke teman-teman," kata Kiky saat tiba di Istana.
Kiky juga belum bersedia membeberkan langkah yang akan ditempuh OJK untuk merespons tekanan di pasar saham. Ia memilih menyampaikan laporan terlebih dahulu kepada Presiden sebelum memberikan penjelasan kepada publik.
"Nanti deh sekalian ya, saya lapor bapak dulu," ujarnya.
![Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/10/16/43025-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-bursa-efek.jpg)
Langkah MSCI menjadi sorotan karena perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia. Jika perubahan status tersebut benar-benar terjadi, daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor internasional berisiko melemah.
Kondisi ini menambah tekanan terhadap pasar saham domestik yang tengah berjuang menghadapi sentimen negatif. Pemanggilan Ketua OJK oleh Presiden pun menjadi perhatian, terutama terkait langkah pemerintah dan regulator dalam merespons gejolak serta menjaga kepercayaan investor.
Namun, hingga Kiky memberikan keterangan awal di Istana, belum ada penjelasan resmi mengenai substansi pembicaraan dengan Prabowo maupun langkah konkret OJK untuk meredam tekanan di pasar modal.