Ketahanan Finansial Masyarakat Pesisir Tak Cukup dengan Literasi Keuangan

Achmad Fauzi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:45 WIB
Ketahanan Finansial Masyarakat Pesisir Tak Cukup dengan Literasi Keuangan
Ilustrasi literasi keuangan dan ketahanan Finansial (magnific/KamranAydinov)
baca 10 detik
  • Risiko lingkungan dapat memengaruhi ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Abrasi dan perubahan iklim menjadi tantangan bagi kehidupan serta kegiatan ekonomi warga.
  •  Literasi keuangan dan penguatan UMKM menjadi bagian dari ketahanan finansial. Program Sayang Bumiku memberikan edukasi literasi keuangan serta perlengkapan usaha dan promosi produk bagi UMKM lokal berbasis mangrove
  • Kemampuan mengelola uang perlu didukung kesiapan menghadapi risiko lingkungan, keberlanjutan usaha, dan penguatan kapasitas masyarakat agar kegiatan ekonomi tetap berjalan menghadapi berbagai tantangan.

Suara.com - Ketahanan finansial masyarakat pesisir tidak hanya bergantung pada kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko lingkungan yang dapat memengaruhi kehidupan dan kegiatan ekonomi mereka.

Risiko seperti abrasi dan dampak perubahan iklim menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Karena itu, upaya memperkuat ketahanan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, serta pemberdayaan usaha masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program “Sayang Bumiku” yang digelar Zurich bersama MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch (MUFG Indonesia), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), dan PT Home Credit Indonesia (Home Credit) di Tanjung Pasir, Tangerang.

Program ini melibatkan lebih dari 100 sukarelawan dari Zurich dan berbagai entitas dalam ekosistem jasa keuangan MUFG Group. Kegiatannya mencakup penanaman 1.000 pohon mangrove, aksi bersih pantai, edukasi literasi keuangan, serta dukungan terhadap pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Musi Samosir, mengatakan penguatan ketahanan masyarakat perlu mempertimbangkan risiko yang dihadapi saat ini maupun tantangan pada masa mendatang.

Ilustrasi cara klaim asuransi Jasa Raharja. (freepik)
Ilustrasi asuransi. (freepik)

"Kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas komunitas. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip, Selasa (20/10/2026).

Dalam program tersebut, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya untuk mendukung perlindungan ekosistem pesisir. Mangrove berperan dalam membantu mengurangi abrasi dan mendukung adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Penanaman 1.000 pohon mangrove dalam program Sayang Bumiku diperkirakan mampu menyerap sekitar 12,3 ton karbon dioksida (CO) per tahun ketika tumbuh optimal.

Perlindungan lingkungan menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Namun, upaya tersebut juga perlu dilengkapi dengan penguatan kapasitas ekonomi agar masyarakat memiliki bekal menghadapi berbagai tantangan.

baca juga

Selain kegiatan lingkungan, Zurich memberikan perangkat pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rumpin. Perusahaan juga menyediakan perlengkapan usaha dan promosi produk untuk membantu memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal berbasis mangrove.

Dukungan terhadap UMKM tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat. Meski demikian, dampak program terhadap pendapatan atau omzet pelaku usaha belum disertai data terukur dalam informasi yang disampaikan.

Program ini dilaksanakan bersama Seasoldier Foundation, organisasi yang telah mendampingi masyarakat pesisir Tanjung Pasir sejak 2018.
Selain perlindungan lingkungan dan pemberdayaan UMKM, edukasi literasi keuangan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sayang Bumiku.

Literasi keuangan dapat membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan dan mengambil keputusan finansial secara lebih terencana. Bagi pelaku UMKM, kemampuan mengelola keuangan juga menjadi aspek penting dalam menjalankan usaha.

Meski begitu, ketahanan finansial masyarakat tidak dapat dibangun melalui edukasi keuangan semata. Kesiapan menghadapi risiko lingkungan, keberlanjutan kegiatan usaha, serta penguatan kapasitas komunitas juga menjadi bagian dari tantangan yang perlu diperhatikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wujudkan Gaya Hidup Aktif dan Finansial Terencana, bank bjb Hadirkan Promo Semarang 10K

Wujudkan Gaya Hidup Aktif dan Finansial Terencana, bank bjb Hadirkan Promo Semarang 10K

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Literasi Asuransi Gen Z Turun, Ada Bahaya Risiko Finansial

Literasi Asuransi Gen Z Turun, Ada Bahaya Risiko Finansial

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Literasi Keuangan Mulai Digaungkan lewat Medium Seni

Literasi Keuangan Mulai Digaungkan lewat Medium Seni

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 06:25 WIB

Terkini

Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi

Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Mahasiswa Ditekan hingga Diteror Jelang Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran

Mahasiswa Ditekan hingga Diteror Jelang Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Riau Siapkan Rumah Oksigen untuk Korban Kabut Asap

Riau Siapkan Rumah Oksigen untuk Korban Kabut Asap

Riau | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Usai MBG Dapat Anggaran Prioritas, Suahasil Kini Puji BGN

Usai MBG Dapat Anggaran Prioritas, Suahasil Kini Puji BGN

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Transaksi Syariah Card Melonjak 73 Persen, Bank Mega Syariah Bidik Pasar Gaya Hidup Halal

Transaksi Syariah Card Melonjak 73 Persen, Bank Mega Syariah Bidik Pasar Gaya Hidup Halal

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam, Galeri 24, dan UBS Bergerak Bervariasi

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam, Galeri 24, dan UBS Bergerak Bervariasi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:09 WIB

×