Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Achmad Fauzi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB
Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya
Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Petani sawit swadaya menghadapi tantangan teknis dalam mengelola kebun. Pemilihan bibit, penentuan dosis pupuk, pengendalian hama dan penyakit, serta pengelolaan panen menjadi aspek penting yang perlu dipahami petani.
  • Pelatihan membekali petani dengan pengetahuan budidaya praktis. Materi PERKASA mencakup pembibitan, pemupukan, pengendalian gulma melalui teknik spot spraying, pengaturan songgo, pemangkasan pelepah, hingga persiapan panen.
  • Pendampingan diharapkan membantu petani memperbaiki hasil kebun. Pelatihan di DLJ telah mencapai batch ke-109 dengan 42 peserta. 

Suara.com - Petani sawit swadaya menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola kebun secara mandiri, mulai dari memilih bibit, menentukan dosis pupuk, hingga menangani hama dan penyakit tanaman.

Akses terhadap pengetahuan teknis menjadi salah satu bekal penting agar petani sawit dapat mengevaluasi praktik budidaya dan mengambil keputusan yang tepat.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) yang diinisiasi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melalui program TAP Untuk Negeri bagi petani swadaya di sekitar PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ), Kalimantan Timur.

Dalam pelatihan tersebut, petani memperoleh kesempatan belajar langsung dari para praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri kelapa sawit.

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek pengelolaan kebun, mulai dari keselamatan kerja, biologi kelapa sawit, persiapan lahan dan penanaman, pembibitan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan gulma, kastrasi dan sanitasi, hingga panen kelapa sawit.

Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]
Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]

Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi petani untuk memahami kebutuhan tanaman dan mengevaluasi praktik budidaya yang selama ini diterapkan di kebun masing-masing.

Pentingnya peningkatan kapasitas petani juga disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menilai keterlibatan pekebun rakyat diperlukan untuk mendukung transformasi industri kelapa sawit berkelanjutan.

"Kita ingin produktivitas sawit rakyat naik dan kualitasnya setara dengan standar industri. Hal itu hanya bisa dicapai jika ada pendampingan, transfer pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat," ujar Amran seperti dikutip, Selasa (20/10/2026).

Salah satu tantangan petani swadaya adalah menentukan langkah perawatan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemilihan bibit, penentuan dosis pupuk, serta pengendalian gulma menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kebun.

baca juga

Dalam pelatihan di DLJ, pembibitan, pemupukan, dan persiapan panen menjadi sejumlah materi yang dinilai penting oleh peserta karena berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka sehari-hari.

Peserta juga mempelajari praktik spot spraying, yaitu penyemprotan gulma secara terarah pada area yang membutuhkan pengendalian, sebagai alternatif dari penyemprotan secara menyeluruh.

Selain itu, petani diperkenalkan dengan pengaturan songgo, yakni pelepah penyangga tandan, serta pemangkasan pelepah (pruning) sesuai kebutuhan tanaman.

Perwakilan Pemerintah Desa Biatan Ulu, Kabupaten Berau, Jarmansyah, menilai pelatihan PERKASA memberikan manfaat bagi petani di wilayahnya, terutama dalam memperluas wawasan mengenai praktik agronomi.

“Pelatihan PERKASA ini, sangat baik untuk masyarakat kami. Karena banyak petani kami yang, istilahnya bertani tapi mungkin sampai saat ini hasilnya belum bisa memuaskan. Harapan kami, ke depannya dari pelatihan PERKASA ini bisa menambah wawasan dan menambah hasil dari kebun masyarakat kami,” ujar Jarmansyah.

Pelatihan PERKASA di DLJ telah mencapai Batch 109 dengan 42 peserta. Para peserta merupakan petani swadaya yang mengusahakan kebun milik sendiri, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.

Pelatihan ini juga diikuti perempuan. Pada batch terakhir, sebanyak 40 persen peserta merupakan perempuan, menunjukkan keterlibatan mereka dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan pengetahuan perkebunan.

Meski akses terhadap pengetahuan teknis menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan kebun, dampaknya terhadap produktivitas dan pendapatan petani sawit masih perlu diukur melalui penerapan praktik budidaya dan hasil panen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peternak Mau Bangkrut Gegara Harga Ayam Turun, Tapi di Konsumen Naik

Peternak Mau Bangkrut Gegara Harga Ayam Turun, Tapi di Konsumen Naik

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Industri Teriak Soal Harga Beras Pecah, Begini Jawaban Mentan

Industri Teriak Soal Harga Beras Pecah, Begini Jawaban Mentan

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Sport | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?

Health | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan

Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Bukan Cuma Cantik, Ini Perubahan Tren Material yang Mulai Dipertimbangkan Pemilik Rumah

Bukan Cuma Cantik, Ini Perubahan Tren Material yang Mulai Dipertimbangkan Pemilik Rumah

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Fitur Personalized Mode Wuling Eksion Hadirkan Karakter Berkendara Sesuai Selera Pengemudi

Fitur Personalized Mode Wuling Eksion Hadirkan Karakter Berkendara Sesuai Selera Pengemudi

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Hari Santri Tanggal Berapa? Ini Tema dan Logo Resmi Peringatan Tahun 2026

Hari Santri Tanggal Berapa? Ini Tema dan Logo Resmi Peringatan Tahun 2026

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Bagaimana Cara Mengunci Bedak Padat agar Tidak Luntur saat Pakai Masker? Ikuti 7 Tips Ini

Bagaimana Cara Mengunci Bedak Padat agar Tidak Luntur saat Pakai Masker? Ikuti 7 Tips Ini

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Peluang untuk Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.564.000/Gram

Peluang untuk Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.564.000/Gram

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:33 WIB

×